Tautan-tautan Akses

Para Ulama Muslim Serukan Reformasi Pendidikan Agama

  • Heather Murdock

Para ulama Muslim menyerukan rencana melawan gerakan ISIS dengan pendidikan dan pikiran sehat (foto: ilustrasi).

Para ulama Muslim menyerukan rencana melawan gerakan ISIS dengan pendidikan dan pikiran sehat (foto: ilustrasi).

Ratusan pemimpin keagamaan dari seluruh dunia mengatakan mereka berencana melawan ISIS dengan pendidikan dan pikiran sehat dalam sebuah konferensi internasional di Kairo, Mesir.

Selagi tentara Irak bertempur untuk merebut kembali kota Tikrit dari militan ISIS, pemimpin-pemimpin Muslim di seluruh dunia bertekad melawan ideologi ekstrimis itu dengan beragam cara.

Mereka mengatakan perlawanan itu mengharuskan para ulama mengkaji kembali bagaimana mereka menyampaikan keyakinan mereka, dengan menghilangkan ide-ide yang ketinggalan jaman dan menekankan kembali toleransi.

Militer Irak mengatakan mendapat kemajuan dalam upaya melawan ISIS yang telah menguasai kota Tikrit pada bulan Juni 2014. Tikrit di bagian utara Irak adalah kota kelahiran Saddam Hussein dan terletak pada pertengahan jalan antara Baghdad dan Mosul – kota kedua terbesar di Irak.

Mosul juga merupakan kota terbesar yang direbut ISIS, yang sejak bulan Juni 2014 lalu telah menguasai sebagian besar Suriah dan Irak. Upaya-upaya sebelumnya untuk merebut Tikrit telah gagal, tetapi pihak berwenang mengatakan pasukan militer Irak hari Senin (2/3) sudah hampir mencapai pusat kota itu.

Perdana Menteri Irak Haider Al Abadi hari Minggu (1/3) memperingatkan akan terjadinya serangan itu dan memberi “kesempatan terakhir” kepada militan ISIS, untuk meninggalkan kelompok itu dan mendapat pengampunan pemerintah.

Pada hari yang sama, dalam sebuah konferensi internasional di Kairo, ratusan pemimpin keagamaan dari seluruh dunia mengatakan mereka berencana melawan ISIS dengan pendidikan dan pikiran sehat.

Beberapa pemimpin agama membacakan sebuah pernyataan yang menyatakan para ulama seharusnya mengkaji kembali bagaimana Islam digambarkan di buku-buku dan sekolah-sekolah, menghilangkan ide-ide yang ketinggalan jaman seperti kekhalifahan yang beroperasi di dunia modern.

Pernyataan itu juga menyerukan untuk melakukan kampanye pendidikan anak muda, dan supaya negara-negara Arab mengkoordinir upaya anti-teroris.

Universitas Al Azhar di Mesir – yang memimpin pendidikan Islam di dunia – bulan lalu mengutuk ISIS, dan mendesak reformasi pendidikan serta persatuan di antara warga Muslim.

Di Kairo, Sheik Abdulaziz Al Nagar – Direktur Urusan Dakwah pada Pusat Penelitian Islam Al Azhar – hari Sabtu (27/2) mengatakan para pendakwah seharusnya menekankan bahwa Islam adalah agama yang penuh toleransi dan ideologi ekstrimis menerjemahkan sejarah secara salah.

Apa yang mereka ajarkan – ujar Al Nagar – adalah melihat sejarah Islam yang seakan-akan berhenti pada masa kekacauan jaman dulu.

XS
SM
MD
LG