Tautan-tautan Akses

Ulah Wisatawan China di Mesir Picu Kecaman di Media Sosial


Prasasti berusia 3.500 tahun di Bait Luxor, Mesir bertuliskan "Ding Jinhao pernah di sini" dalam bahasa mandarin. (Foto: dok). Ulah wisatawan remaja ini memicu kemarahan para pengguna media sosial di China, yang merasa malu atas kejadian ini.

Prasasti berusia 3.500 tahun di Bait Luxor, Mesir bertuliskan "Ding Jinhao pernah di sini" dalam bahasa mandarin. (Foto: dok). Ulah wisatawan remaja ini memicu kemarahan para pengguna media sosial di China, yang merasa malu atas kejadian ini.

Ulah seorang wisatawan remaja China yang dilaporkan telah diketahui menulis namanya di sebuah monumen Mesir kuno, telah memicu kemarahan para pengguna media sosial di China.

Media pemerintah China mengatakan seorang pengguna internet pekan lalu melacak remaja lelaki berusia 15 tahun yang menulis “Ding Jinhao pernah di sini” dalam bahasa Mandarin, pada sebuah prasasti yang berusia 3.500 tahun di Bait Luxor, Mesir. Pihak berwenang Mesir pekan ini menghapus tulisan tersebut dari monumen itu.

Surat kabar Global Times mengatakan gambar monumen yang ditulisi itu telah dikirim lebih dari 90 ribu kali antar-sesama pengguna media sosial China, dan menimbulkan kemarahan umum dari warga China yang merasa malu atas ulah remaja tersebut.

Orang tua anak Ding Jinhao yang mengatakan monumen itu ditulisi beberapa tahun yang lalu, telah meminta maaf atas kejadian tersebut. Mereka mengatakan putra mereka merasa tertekan atas perhatian yang diberikan warga atas perbuatannya itu, terutama karena para peretas China menulisi situs internet sekolahnya dengan pesan-pesan yang memperolokkannya.

Berita tersebut menimbulkan isu terkait tingkah laku yang memalukan para wisatawan China di luar negeri. Juru bicara kementerian luar negeri China, Senin (27/5) mendesak warga China agar “menjaga tingkah laku yang baik” saat berwisata di luar negeri dan mematuhi undang-undang dan peraturan setempat.
XS
SM
MD
LG