Tautan-tautan Akses

Ukraina Tuduh Pemberontak Pro-Rusia Serang Warga Sipil


Truk yang dikendarai pemberontak pro-Rusia di kota Krasnodon, Ukraina bagian timur (17/8)

Truk yang dikendarai pemberontak pro-Rusia di kota Krasnodon, Ukraina bagian timur (17/8)

Militer Ukraina tidak memberikan jumlah pasti korban serangan, tetapi mengatakan banyak orang tewas, di antaranya perempuan dan anak-anak.

Ukraina menuduh pemberontak pro-Rusia menembakkan roket dan mortir terhadap sebuah konvoi warga sipil ketika mereka berusaha menghindari pertempuran di wilayah timur Ukraina.

Para pejabat militer tidak memberikan jumlah pasti korban serangan, tetapi mengatakan banyak orang tewas, di antaranya perempuan dan anak-anak.

Serangan itu terjadi di dekat kota Khrashjhuvate, yang terletak di jalan utama dari kota Luhansk yang terkepung di Ukraina timur. Di Khrashjhuvate, telah berlangsung pertempuran paling sengit dalam beberapa pekan ini antara separatis dan pasukan Ukraina.

Sembilan tentara Ukraina tewas di sana semalam. Hari Minggu, Ukraina mengatakan pasukannya merebut kembali kantor polisi distrik di Luhansk setelah pertempuran sengit dengan separatis pro-Rusia. Sementara pada pagi harinya, pemberontak menembak jatuh sebuah jet militer Ukraina yang terbang di dekat daerah itu.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengatakan negaranya telah memecahkan masalah mereka sebelumnya dengan mengirimkan bantuan kemanusiaan ke Ukraina. Namun, dia mengatakan hari Senin di Berlin kemajuan dicapai dalam pembicaraan dengan rekan-rekannya dari Jerman, Perancis dan Ukraina dalam mengamankan gencatan senjata atau menemukan solusi politik untuk mengakhiri pertempuran di Ukraina timur.

Kantor berita Interfax melaporkan perwakilan dari Komite Palang Merah Internasional akan mengawal truk-truk kemanusiaan Rusia ke Ukraina setelah mereka diizinkan masuk oleh penjaga perbatasan dan bea cukai. Namun, tiga menteri luar negeri Eropa bersama Lavrov tidak dapat menyepakati solusi dalam pertemuan mereka di Berlin hari Minggu untuk menghentikan pertempuran di Ukraina timur.

Lavrov mengatakan tidak ada "hasil positif" dalam usaha mencapai gencatan senjata, tetapi bahwa para menteri telah sepakat untuk bertemu lagi dalam beberapa hari mendatang untuk menangani semua isu.

Menteri Luar Negeri Jerman Frank-Walter Steinmeier mengatakan pembicaraan berlangsung secara terbuka, dan para menteri tersebut akan melaporkan kembali kepada negara mereka masing-masing selagi mereka mempertimbangkan langkah-langkah berikutnya.

Opini Anda

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG