Tautan-tautan Akses

Ukraina Tolak Tanggapi Provokasi Rusia dengan Tindakan Militer


Tentara bersenjata berjaga di sekitar gedung parlemen di Simferopol, Krimea, Ukraina (1/3).

Tentara bersenjata berjaga di sekitar gedung parlemen di Simferopol, Krimea, Ukraina (1/3).

PM Ukraina Arsenly Yatsenyuk mengatakan negaranya tidak akan terseret ke dalam konflik militer dengan Rusia, Sabtu (1/3).

Ukraina mengatakan mereka menolak untuk mengambil tindakan militer dalam menanggapi provokasi Rusia di Krimea, wilayah Ukraina di bagian Selatan yang memiliki hubungan erat dengan Rusia, dan malah menyerukan pada Rusia untuk menghentikan semua gerakan militer di wilayah itu.

PM Ukraina Arsenly Yatsenyuk, Sabtu (1/3) mengatakan negaranya tidak akan terseret ke dalam konflik militer dengan Rusia.

Sementara itu, Pemimpin Republik Otonomi Krimea yang baru, Sergei Aksenov, mengaku memiliki kendali penuh atas semua pasukan keamanan di kawasan itu dan meminta presiden Rusia untuk membantu memulihkan perdamaian dan ketenteraman.

Aksenov, Sabtu (1/3), menegaskan bahwa komandan pasukan yang tidak ingin mematuhi perintahnya harus mundur. Aksenov tidak secara spesifik menyebutkan bantuan apa yang ia inginkan dari Presiden Rusia Vladimir Putin.

Aksenov ditunjuk oleh parlemen Krimea sebelumnya pekan ini sementara ketegangan meningkat menyusul tentangan Krimea terhadap pihak berwenang baru di Kyiv, yang mengambil alih kekuasaan pekan lalu.

Koresponden VOA Elizabeth Arrott mengatakan, tentara dan kendaraan militer terlihat di wilayah Krimea, di luar pangkalan setempat mereka. Ia mengatakan, sedikitnya selusin kendaraan militer ditempatkan di luar gedung parlemen di Simferopol, Sabtu (1/3).

Rusia mengatakan gerakan pasukannya di Krimea berada dalam batasan kesepakatan dengan Ukraina, dimana Rusia menyewa sebuah pangkalan angkatan laut di Sevastopol.
XS
SM
MD
LG