Tautan-tautan Akses

Ukraina Tolak Beri Akses Konvoi Bantuan Rusia


280 truk bantuan kemanusiaan Rusia meninggalkan Alabino, pinggiran Moskow untuk menuju ke Ukraina timur, Selasa (12/8).

280 truk bantuan kemanusiaan Rusia meninggalkan Alabino, pinggiran Moskow untuk menuju ke Ukraina timur, Selasa (12/8).

Pemerintah Ukraina mengatakan tidak akan mengizinkan 280 truk yang mengangkut bantuan kemanusiaan dari Rusia untuk memasuki negara itu.

Para pejabat Ukraina hari Selasa (12/8) mengatakan bantuan itu akan ditolak karena misinya tidak dikoordinasikan dengan Komite Palang Merah Internasional (ICRC) dan bisa merupakan dalih bagi Rusia untuk mengirimkan pasukan ke wilayah Ukraina yang dikuasai separatis.

Valeriy Chaly. Deputi kepala administrasi kepresidenan Ukraina, mengatakan pemerintahnya “tidak mempertimbangkan” untuk mengizinkan konvoi itu memasuki Ukraina. Dia mengatakan bantuan Rusia itu akan dimuat dalam kendaraan yang disediakan oleh ICRC, yang akan bertanggung jawab dalam koordinasi dan pembagian bantuan di Ukraina timur.

Chaly menambahkan, Ukraina “pasti” tidak akan mengizinkan personil kementerian urusan keadaan darurat atau militer Rusia mengiringi pengiriman bantuan itu.

Juga hari Selasa, Menlu Rusia Sergei Lavrov mengatakan berharap pernyataan yang dibuat oleh “beberapa tokoh” Ukraina akan “dicabut” dan tidak akan mengganggu perjanjian yang katanya telah dicapai antara Rusia, Ukraina dan Palang Merah Internasional/ ICRC. Ia mengklaim Ukraina sebelumnya menyarankan memindahkan bantuan Rusia itu ke truk-truk yang disediakan oleh ICRC tapi kemudian mengabaikan ide itu karena akan “memperumit” dan menambah biaya operasi.

Lavrov juga mengatakan Rusia “bergantung sepenuhnya” pada jaminan yang katanya diberikan oleh Ukraina bahwa Ukraina akan “menjamin pergerakan aman seluruh konvoi itu melewati kawasan yang dikuasai pasukan keamanan Ukraina”. Menlu Rusia mengatakan ia mengharapkan jaminan serupa dari separatis pro Rusia di Ukraina timur.

Sebelumnya, kementrian LN Rusia mengeluarkan pernyataan yang mengatakan Rusia “telah memenuhi harapan” Ukraina berkaitan dengan rute konvoi itu dan pemeriksaan kargonya dan menambahkan kedua pihak setuju bantuan itu akan dikirim lewat pos-pos penjagaan di perbatasan antara kawasan Belgorod di Rusia dan Kharkiv di Ukraina.

Televisi Rusia hari Kamis melaporkan misi bantuan itu dilakukan atas bekerjasama dengan Komite Palang Merah Internasional.

Tetapi, Palang Merah Internasional hari Senin mengatakan belum ada persetujuan mengenai partisipasi Rusia dan mengatakan “rincian praktis perlu dijelaskan” sebelum misi seperti itu dapat dilakukan.

Ribuan orang di bagian timur Ukraina yang berbahasa Rusia dilaporkan kekurangan air, obat-obatan dan listrik, sementara pasukan Ukraina bertempur melawan separatis pro-Rusia yang berusaha mendirikan daerah otonomi dekat perbatasan Rusia.

Presiden Amerika Barack Obama dan Presiden Ukraina Petro Poroshenko berbicara melalui telepon dan sependapat bahwa setiap kehadiran Rusia di Ukraina tanpa izin Kiev melanggar hukum internasional.

Situs internet kepresidenan Ukraina kemudian mengatakan rencana misi pertolongan itu menyerukan partisipasi Uni Eropa, Rusia, Jerman dan “mitra-mitra lain.”

XS
SM
MD
LG