Tautan-tautan Akses

Ukraina Siap Lanjutkan Gencatan Senjata Bersyarat


Presiden Petro Poroshenko siap melanjutkan gencatan senjata dengan separatis pro-Rusia di Ukraina timur (foto: dok).

Presiden Petro Poroshenko siap melanjutkan gencatan senjata dengan separatis pro-Rusia di Ukraina timur (foto: dok).

Presiden Ukraina Petro Poroshenko Kamis (3/7) mengatakan siap melanjutkan gencatan senjata dengan separatis pro-Rusia di Ukraina timur.

Presiden Ukraina Petro Poroshenko mengatakan siap melanjutkan gencatan senjata dalam upaya militer melawan separatis pro-Rusia jika syarat-syarat tertentu terpenuhi.

Situs Presiden Ukraina hari Kamis (3/7) mengatakan ia membahas situasi di Ukraina timur dalam percakapan telepon dengan Wakil Presiden AS Joe Biden.

Situs tersebut mengutip Poroshenko mengatakan kepada Biden ia siap melanjutkan gencatan senjata segera setelah dikukuhkan bahwa kedua pihak menjalankannya, dan juga dengan syarat semua sandera dilbebaskan dan dibentuknya perbatasan Ukraina-Rusia yang dipantau Organisasi Keamanan dan Kerjasama Eropa (OSCE).

Presiden Poroshenko menyatakan gencatan senjata secara sepihak, selama seminggu tanggal 20 Juni dan kemudian diperpanjang tiga hari. Dengan alasan kurangnya kerjasama dari pemberontak, ia menolak perpanjangan yang kedua dan memerintahkan operasi militer baru pada hari Selasa.

Sebelumnya hari Kamis, Presiden Poroshenko mengganti pejabat tertinggi pertahanan, menunjuk Valery Heletey sebagai menteri pertahanan baru Ukraina, dan Viktor Muzhenko sebagai kepala staf umum militer.

Hari Kamis, Presiden Rusia Vladimir Putin, Kanselir Jerman Angela Merkel dan Presiden Prancis Francois Hollande membahas situasi di Ukraina melalui percakapan telepon bersama.

Kantor Presiden Hollande mengatakan ia dan Merkel menghimbau Putin supaya "mendorong para separatis agar berunding dan mencapai kesepakatan dengan pihak berwenang Ukraina."

Kremlin mengatakan presiden Rusia "menyatakan keprihatinan yang mendalam sehubungan dengan bertambahnya korban dari kalangan penduduk sipil dan peningkatan tajam jumlah pengungsi dari Ukraina tenggara yang masuk ke wilayah Rusia."

XS
SM
MD
LG