Tautan-tautan Akses

Ukraina: Rusia Ambil Kendali 2 Bandara di Krimea


Pria-pria bersenjata berpatroli di bandar udara di Simferopol, Krimea (28/2).

Pria-pria bersenjata berpatroli di bandar udara di Simferopol, Krimea (28/2).

Menteri Dalam Negeri Interim Ukraina mengatakan pasukan Rusia telah mengambil kendali atas dua bandara utama di kawasan Krimea, dalam salah satu dari beberapa tindakan yang kabarnya dilakukan oleh militer Rusia di semenanjung itu hari Jumat.

Menteri Dalam Negeri Arsen Avakov lewat Facebook menggambarkan perkembangan itu sebagai “invasi militer.” Ia mengatakan tentara Rusia memblokir bandara Belbek di Sevastopol, di mana terdapat pangkalan angkatan laut Rusia. Layanan press Armada Laut Hitam Rusia, yang berbasis di Krimea, membantah bahwa ada unitnya yang terlibat dalam pemblokiran bandara itu.

Koresponden VOA yang terbang ke Bandara Simferopol hari Jumat menyaksikan orang-orang bersenjata otomatis mengenakan seragam loreng di bandara. Ia menggambarkan situasi di sana sebagai tenang dan mengatakan maskapai penerbangan masih berdatangan dan bandara tetap buka.

Kantor berita Associated Press mengutip Penjaga Perbatasan Ukraina yang mengatakan pangkalan penjaga pantai Ukraina dikepung sekitar 30 marinir Rusia. Media pemerintah Rusia menyiarkan pernyataan bahwa Rusia menyangkal terlibat.

Presiden Sementara Ukraina Olekxandr Turchnyov hari Jumat mengadakan rapat darurat bersama kepala keamanan membahas situasi tersebut. Parlemen Ukraina juga mendesak Rusia agar menghormati kedaulatan wilayahnya.

Peristiwa-peristiwa itu muncul sehari setelah orang-orang bersenjata menguasai gedung-gedung pemerintah di Krimea, wilayah Ukraina yang punya ikatan kuat dengan Moskow. Orang-orang bersenjata itu mengibarkan bendera Rusia di atas gedung-gedung hari Kamis. Presiden Ukraina terguling Viktor Yanukovych, yang mengatakan berada dibawah perlindungan Rusia, diperkirakan akan berbicara dengan media hari Jumat dari kota Rostov-on-Don, Rusia selatan.

Kamis malam, Wakil Presiden Amerika Joe Biden menelepon Perdana Menteri sementara Ukraina Arseniy Yatsenyuk untuk menyambut baik pembentukan pemerintahan baru dan menjanjikan dukungan Amerika selagi Ukraina melakukan reformasi guna memulihkan ekonomi negara itu. Sebelumnya, parlemen Ukraina menyetujui Yatsenyuk, pemimpin oposisi popular yang pro-Barat, sebagai kepala pemerintah sementara.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG