Tautan-tautan Akses

UKM Amerika Sermakin Terjepit oleh Kompetisi dengan Bisnis Besar

  • Muhammad Atif

Richard Heisler: Perusahaan roti kecil seperti yang dimilikinya semakin sulit bertahan di Teaneck, New Jersey, di tengah kompetisi dengan pasar-pasar swalayan besar.

Richard Heisler: Perusahaan roti kecil seperti yang dimilikinya semakin sulit bertahan di Teaneck, New Jersey, di tengah kompetisi dengan pasar-pasar swalayan besar.

Banyak bisnis kecil di Amerika terjepit akibat kompetisi dari perusahaan-perusahaan besar dan perubahan dalam teknologi.

Richard Heisler adalah pengusaha roti dari keluarga yang telah membuat roti selama empat generasi. Ia adalah pemilik perusahaan roti kosher Butterflake Bakery yang telah berumur 80 tahun di Teaneck New Jersey yang merupakan salah satu perusahaan roti tersohor di wilayah metropolitan New York. Tetapi, Heisler mengatakan bahwa usaha roti kini kian menjadi bangkrut.

"Empat puluh tahun lalu tidak ada tempat lain untuk membeli roti atau seloyang kue. Kini pembeli punya pilihan sederetan toko untuk membeli roti atau kue," ujarnya.

Toko-toko itu termasuk toko kelontong dan pasar-pasar swalayan besar, yang kebanyakan memiliki bagian pembuatan roti di dalam pasar swalayan itu sendiri.

Mereka membuat berbagai roti dan kue di bawah satu atap. Oleh karena itu, Heisler berusaha beradaptasi untuk tetap memuaskan pelanggannya. Sebagian pengusaha berjuang mempertahankan bisnis dan pelanggan mereka, sebagian lain tutup.

Toko-toko usaha kecil di kawasan Teaneck, New Jersey mengalami kesulitan di tengah krisis ekonomi Amerika (foto: dok).

Toko-toko usaha kecil di kawasan Teaneck, New Jersey mengalami kesulitan di tengah krisis ekonomi Amerika (foto: dok).

Direktur Kamar Dagang Teaneck, Larry Bauer, mengutarakan, "Saya rasa para pengusaha itu tidak menyadari keberadaan kamar dagang di sini. Sewaktu mereka menghadapi masalah, mereka tidak menghubungi kami, padahal kami mungkin dapat membantu mengarahkan agar mereka dapat bertahan."

Untuk dapat bertahan, bisnis kecil harus dapat mengakomodasi kebutuhan masyarakat setempat, demikian kata Bruce Prince, pemilik toko serba ada “Teaneck General Store,” yang dibuka dua tahun lalu.

Toko ini menjual suvenir, yang juga sekalian merupakan warung kopi, yang dilengkapi internet Wi-Fi. Prince menambahkan, ia juga berhati-hati dalam menetapkan harga, sehingga barang-barangnya mampu bersaing. Selain itu, untuk sukses, ujarnya, tokonya juga menjual hasil karya para seniman lokal.

XS
SM
MD
LG