Tautan-tautan Akses

UK Petra Surabaya Gelar Kebaktian untuk Korban AirAsia QZ8501

  • Petrus Riski

Papan kenangan mahasiswa dan alumni UK Petra yang menjadi korban kecelakaan pesawat AirAsia QZ8501 (Foto: VOA/Petrus)

Papan kenangan mahasiswa dan alumni UK Petra yang menjadi korban kecelakaan pesawat AirAsia QZ8501 (Foto: VOA/Petrus)

Pihak kampus memasang papan kenangan yang memajang foto serta nama mahasiswa dan alumni Universitas Kristen Petra, yang menjadi korban kecelakaan pesawat AirAsia QZ8501.

Universitas Kristen Petra Surabaya menggelar Kebaktian Doa dan Penguatan, sebagai bentuk penghiburan terhadap keluarga korban musibah pesawat AirAsia QZ8501, yang sembilan penumpang diantaranya merupakan mahasiswa dan alumni kampus itu.

Rektor Universitas Kristen Petra, Rolly Intan mengatakan, ibadat penghiburan juga ditujukan bagi civitas akademika Universitas Kristen Petra Surabaya, yang anggota keluarganya ikut menjadi penumpang pesawat naas itu.

“Ada empat mahasiswa Petra dan lima alumni yang ikut sebagai penumpang dari pesawat AirAsia QZ8501, sebagian sudah ditemukan meninggal dan sebagian masih belum ditemukan. Nah ini adalah suatu bentuk ibadah penghiburan, sebenarnya kami melaksanakan ini untuk keluarga, dan juga terutama bagi rekan-rekan mereka di UK Petra sendiri, yang sudah barang tentu kami merasa sangat kehilangan dengan peristiwa ini,” kata Rolly Intan, Rektor Universitas Kristen Petra Surabaya.

Pihak kampus juga memasang papan kenangan yang memajang foto serta nama mahasiswa dan alumni Universitas Kristen Petra, yang menjadi korban kecelakaan pesawat AirAsia QZ8501.

Rolly Intan mengatakan, papan kenangan ini akan menjadi media pengingat dan sarana bagi seluruh warga kampus Petra, untuk meletakkan karangan bunga, tulisan yang berisi kalimat penghiburan bagi keluarga korban, serta tempat mendoakan bagi para korban oleh rekan-rekan sesama mahasiswa.

“Supaya kita bisa mengenang mereka, dan ini memberikan suatu wadah bagi mereka, bagi para mahasiswa untuk bisa mengenang rekan-rekannya yang telah dipanggil oleh Tuhan, atau pun memberikan sejenis, katakanlah kata penghiburan, kekuatan atau kenangan yang mana nanti kita akan rekap," jelas Rolly Intan.

"Semuanya ini kita akan buat di dalam sebuah dokumentasi buku yang akan kita serahkan juga bagi keluarga, sehingga dengan buku ini, dokumentasi ini, saya berharap bahwa keluarga juga akan mendapatkan penghiburan,” imbuhnya.

Ibadat penghiburan dihadiri oleh orang tua Ria Ratna Sari, yang merupakan salah satu korban kecelakaan pesawat bersama suami serta seorang anaknya yang masih berusia sekitar 1 tahun.

Magdalena Pranata mewakili Keluarga Marcus selaku orang tua Ria Ratna Sari mengungkapkan, bahwa pihak keluarga masih berharap anaknya ditemukan dalam keadaan selamat, meski jenasah suami Ria Ratna Sari sudah ditemukan dan teridentifikasi.

“Jadi harapannya karena Ria dan Kayla belum ditemukan, masih percaya ada mujizat, mungkin dia masih hidup entah dimana. Tetapi kalau memang sudah tiada, harapannya memang kalau bisa ditemukan, ingin dikuburkan dalam keadaan yang baik," kata Magdalena Pranata, Pendeta dan Wakil Keluarga Orang Tua Ria Ratna Sari.

"Lalu saya menghibur lalu mengatakan, seandainya tidak pernah ditemukan, penghiburannya adalah dia sudah pernah ditemukan sebagai anak Tuhan dan sudah di dalam kerajaan surga, karena kami percaya jasad yang sekarang ini sudah hancur dan rusak itu kelak akan mengalami pemuliaan dan tubuh yang baru akan diberikan,” imbuhnya.

XS
SM
MD
LG