Tautan-tautan Akses

Ujicoba Vaksin Ebola Dimulai di Liberia


Seorang petugas kesehatan menyuntikkan vaksin Ebola dalam ujicoba di Monrovia, Liberia hari Senin (2/2).

Seorang petugas kesehatan menyuntikkan vaksin Ebola dalam ujicoba di Monrovia, Liberia hari Senin (2/2).

Sekitar 600 orang sukarelawan berpartisipasi dalam ujicoba babak pertama vaksin ebola di rumah sakit di ibukota Monrovia, Liberia Senin (2/2).

Ujicoba berskala besar atas dua vaksin Ebola telah dimulai di Liberia sebagai bagian dari upaya global untuk mencegah terulangnya wabah yang telah menewaskan hampir sembilan ribu orang di Afrika Barat.

Penelitian itu berlangsung hari Senin (2/2) di sebuah rumah sakit di ibukota Monrovia, di mana sekitar 600 orang sukarelawan ikut dalam ujicoba babak pertama itu.

Ujicoba ini merupakan bentuk kerjasama Amerika dan Liberia. Studi itu mencakup dua vaksin Ebola yang berisi fragment virus yang tidak berbahaya tapi bisa memicu reaksi kekebalan. Kedua vaksin ini telah dinyatakan sebagai vaksin yang berpotensi manjur, yang dibuat oleh dua perusahaan obat Amerika dan aman untuk digunakan pada manusia dalam beberapa ujicoba berskala lebih kecil di beberapa negara.

Peneliti-peneliti Amerika dan pejabat-pejabat Liberia hari Senin menjelaskan ujicoba ini kepada para wartawan di Monrovia dan berupaya memastikan kepada warga Liberia bahwa vaksin ini aman. Pejabat kesehatan Liberia Dr. Fredrick Ketty mengatakan inilah kesempatan untuk membuat sejarah.

Penelitian yang dipimpin oleh US National Institutes of Health (NIH) ini berupaya mengikutkan sekitar 27 ribu laki-laki dan perempuan sehat dalam ujicoba ini.

Para peneliti bergerak cepat untuk mengembangkan vaksin ini guna menanggapi wabah Ebola yang belum pernah terjadi sebelumnya, yang berpusat di Liberia, Guinea dan Sierra Leone.

Lebih dari 22 ribu orang tertular wabah mematikan itu, meskipun jumlah penularan baru telah turun tajam dalam beberapa pekan ini.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG