Tautan-tautan Akses

Uhuru Kenyatta Dinyatakan Menangi Pemilu Kenya

  • Gabe Joselow

Komisi pemilu Kenya menegaskan hari Sabtu (9/3), Uhuru Kenyatta memenangkan pemilu dengan perolehan suara 50,07 persen, sedikit melampaui saingan utamanya, PM Raila Odinga.

Komisi pemilu Kenya menegaskan hari Sabtu (9/3), Uhuru Kenyatta memenangkan pemilu dengan perolehan suara 50,07 persen, sedikit melampaui saingan utamanya, PM Raila Odinga.

Komisi pemilu Kenya mengatakan bahwa Uhuru Kenyatta memenangkan pemilu dan menjadi presiden keempat negara itu.

Uhuru Kenyatta, putera Presiden pertama Kenya, menerima dokumen yang mensahkan kemenangannya dalam pemilu di negara itu.

Komisi Pemilihan Kenya secara resmi menyatakan Uhuru Kenyatta sebagai pemenang langsung pemilihan presiden (Pilpres) pertama di negara itu sejak tahun 2007. Ketua Komisi Pemilihan Umum Independen Kenya Issack Hassan, Sabtu (9/3) mengatakan Kenyatta mendapat 50.07 persen suara, cukup untuk menghindari pemilihan putaran ke-dua.

Dalam pidato kemenangannya di Universitas Nairobi, Kenyatta berterima kasih kepada Odinga atas “kampanyenya yang bersemangat” dan berjanji akan bekerja sama dengan anggota-anggota semua partai politik.

Odinga juga menyerukan kedamaian, dengan meminta seluruh rakyat Kenya agar menghindari kekerasan yang bisa menghancurkan negara. Ia berjanji akan bekerjasama dengan lembaga-lembaga internasional seraya meminta masyarakat internasional untuk menghormati kedaulatan dan tekad Kenya bagi demokrasi.

Lawan politiknya, Odinga, kalah dalam pemilu lima tahun lalu, dan sekarang kalah lagi.

Perdana Menteri Kenya Raila Odinga menduduki tempat kedua dalam Pemilu Senin lalu, hanya meraih 43 persen suara. Hari Sabtu, ia menyampaikan beberapa penyimpangan dalam Pilpres itu dan menyatakan ia tidak berencana mengaku kalah dalam pemilihan itu dan bertekad akan menantang hasil pemilu itu ke pengadilan.

"Jelas bahwa proses pemilihan pemimpin-pemimpin baru yang akan membawa kita ke tingkat yang lebih tinggi sekali lagi telah terhalang oleh pemilu yang tercemar,” kata Odinga. Partai Odinga menyebutkan keprihatinan mendalam atas proses pemilu itu, yang penuh dengan masalah teknis dan penundaan.

Konstitusi Kenya membolehkan petisi mempertanyakan hasil pemilu itu sebelum Kenyata dilantik dalam dua minggu.

Menteri Luar Negeri Amerika John Kerry menyampaikan ucapan selamat kepada rakyat Kenya karena melaksanakan pemilu damai.

Pejabat-pejabat Amerika mengeluarkan peringatan terselubung kepada Kenya beberapa minggu sebelum pemilu itu, dan mengatakan pilihan yang mereka buat akan punya “konsekuensi.”

Dalam pernyataan hari Sabtu, Kerry mengatakan “yang terutama dalam benak kami adalah keinginan untuk melihat keinginan rakyat Kenya dinyatakan secara bebas dan adil.”

Pilpres hari Senin merupakan yang pertama sejak tahun 2007. Pilpres ketika itu berujung kekerasan berpekan-pekan, menewaskan lebih dari 1.100 orang. Pergolakan enam tahun silam itu juga menelantarkan 600 ribu orang.

Kenyatta dan pasangannya dalam pemilu,William Ruto, menghadapi dakwaan dari Mahkamah Kejahatan Internasional, yang menuduh mereka berperan dalam mengatur kekerasan itu.
XS
SM
MD
LG