Tautan-tautan Akses

UGM Selenggarakan Konferensi Wisdom 2010, Hormati Ibunda Obama

  • Munarsih Sahana

Ann Dunham, ibunda Presiden Obama. Ia adalah seorang antropolog yang pernah melakukan penelitian di Yogyakarta.

Ann Dunham, ibunda Presiden Obama. Ia adalah seorang antropolog yang pernah melakukan penelitian di Yogyakarta.

Salah satu acara dalam konferensi ini adalah kolokium untuk menghormati sumbangan pikiran Profesor Mubyarto dan Ann Dunham, ibunda Presiden Barack Obama.

Setelah tertunda pelaksanaannya sekitar satu bulan akibat letusan Gunung Merapi, mulai hari Senin (5 Desember 2010) Universitas Gadjah Mada Yogyakarta menyelenggarakan konferensi internasional kebudayaan, pendidikan dan ilmu pengetahuan tentang kearifan lokal, “Wisdom 2010” dan kolokium (colloqioum) untuk menghormati sumbangan pemikiran mendiang Profesor Mubyarto dan juga Dr. Ann Dunham, ibunda Presiden Barack Obama.

Peserta dari 35 negara dan perwakilan dari 18 universitas di seluruh Indonesia menghadiri Konferensi Wisdom 2010 ini. Acara ini diselenggarakan di kampus Universitas Gadjah Mada dan di sejumlah lokasi sejarah dan budaya di Yogyakarta.

Dr. Ann Dunham memiliki hubungan dekat dengan Universitas Gadjah Mada ketika melakukan penelitian tentang keuangan mikro di Yogyakarta dan Jawa Tengah. Ia meninggal tahun 1995, tiga tahun setelah menyelesaikan disertasi berjudul "Peasant Blacksmithing in Indonesia: Surviving All Odds."

Sedangkan mendiang Profesor Mubyarto adalah ekonom UGM yang telah mengembangkan Ekonomi Pancasila dan memberikan kontribusi besar pada pengembangan ekonomi kerakyatan.

Alice Dewey adalah Profesor Emiritus jurusan Antropologi Universitas Hawaii Amerika Serikat, yang juga salah satu sahabat Ann Dunham. Ia dan Dunham bersama-sama melakukan penelitian di Indonesia.

Barack Obama kecil bersama ibunya, Ann Dunham.

Barack Obama kecil bersama ibunya, Ann Dunham.

Menurut Profesor Dewey, Ann Dunham sangat dihormati oleh para pengrajin. Dunham beranggapan masyarakat setempat biasanya sangat bijak dan mampu menjelaskan apa yang mereka inginkan, mengapa mereka menginginkan hal itu dan bagaimana cara memperolehnya; dan Dunham mampu menggali informasi tentang hal itu. Karena Ann Dunham bersedia membantu masyarakat setempat, menurut Dewey, maka ia bisa selalu dekat dengan masyarakat setempat dan memahami pandangan mereka tentang berbagai masalah yang mereka hadapi.

Menurut antropolog UGM Profesor Heddy Shri Ahimsa-Putra, Dr. Ann Dunham merupakan salah satu perintis untuk studi mengenai usaha mikro kecil dan menengah di Indonesia.

“Ibu Ann Dunham, perannya terhadap berkembangnya dan studi tentang UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) sangat penting. Beliau memperhatikan Pande Besi, sebuah profesi yang sangat jarang diperhatikan. Mengangkat usaha kecil, batik, buku Ann Dunham itu kan judulnya “Surviving Against the Odds”, ini sebuah kearifan bagaimana mencoba bertahan dalam berbagai 'gempuran' dan ternyata mereka bisa bertahan. Lha, ini sebuah kearifan tersendiri, jadi secara ekonomis jelas itu sebuah kearifan,” ungkap Profesor Shri Ahimsa-Putra

Mengawali konferensi Wisdom 2010, pada hari Minggu, UGM melakukan penanaman pohon untuk membangun Taman Kearifan (Wisdom Park) di kompleks kampus UGM.

“Tujuan jangka panjangnya kita ingin menjadi inspirator untuk mengembangkan kebijaksanaan dengan memelihara lingkungan. Nah, lingkungan itu prinsipnya kan tiga saja yaitu orang dengan orang, orang dengan alam lingkungannya, dan orang-alam dengan sang Pencipta,” jelas Rektor UGM, Profesor Sujarwadi.

Sehubungan dengan pasca-letusan Merapi, para peserta konferensi juga akan mengunjungi desa-desa di kaki Merapi.

XS
SM
MD
LG