Tautan-tautan Akses

Uganda Tarik Pasukan dari Sudan Selatan


Pasukan Uganda pendukung Presiden Salva Kiir tampak melakukan patroli di kota Bor, negara bagian Jonglei, Sudan, selatan (foto: dok).

Pasukan Uganda pendukung Presiden Salva Kiir tampak melakukan patroli di kota Bor, negara bagian Jonglei, Sudan, selatan (foto: dok).

Militer Uganda mengatakan, penarikan sekitar 2.000 tentara yang dikerahkan untuk mendukung Presiden Salva Kiir itu dimulai hari Senin (12/10).

Panglima militer Uganda Jendral Katumba Wamala hari Senin (12/10) mengatakan pasukan Uganda mulai ditarik dari Sudan Selatan guna memenuhi perjanjian perdamaian antara fraksi-fraksi yang bertikai di Sudan Selatan.

Dalam konferensi pers di ibukota Kampala, Jendral Wamala mengatakan penarikan seluruh pasukan Uganda – yang berjumlah sekitar dua hingga tiga ribu personil – akan selesai selambat-lambatnya pada minggu pertama bulan November.

Pasukan Uganda dikirim ke negara itu karena permintaan Presiden Sudan Selatan Salva Kiir, guna mencegah para gerilyawan merebut ibukota Juba bulan Desember 2013, dan ketika pasukan Uganda dikirim ada resiko terjadinya genosida di Sudan Selatan.

Pasukan pemerintah Sudan Selatan – mungkin dengan bantuan pasukan PBB – diharapkan bisa menjaga perdamaian, ujar Jendral Wamala.

Aksi kekerasan pecah di Sudan Selatan pertengahan Desember 2013 ketika pasukan keamanan di Juba terpecah karena perbedaan etnis, membuat negara baru itu hampir terjerumus dalam perang saudara.

Kiir berasal dari kelompok etnis Dinka, sementara pemimpin pemberontak – Riek Machar – yang sebelum dipecat sebagai sebagai wakil presiden pada Juli 2013 berasal dari etnis Nuer. Machar diperkirakan akan kembali menjadi wakil Kiir setelah menyepakati syarat-syarat perjanjian perdamaian yang telah ditandatangani Agustus lalu, meskipun kedua pihak telah berulangkali melanggar perjanjian itu.

Menurut PBB, puluhan ribu orang tewas dan dua juta lainnya terpaksa mengungsi akibat konflik di Sudan Selatan tersebut. [em/ii]

XS
SM
MD
LG