Tautan-tautan Akses

Uber Raih Pesanan Senilai $10,8 Miliar Tahun 2015


Pintu masuk kantor pusat Uber di San Francisco, California.

Pintu masuk kantor pusat Uber di San Francisco, California.

Uber menunjukkan ledakan pertumbuhan, yang terakhir ditaksir para investor bernilai $50 miliar, atau tertinggi di antara perusahaan teknologi swasta di seluruh dunia.

Pemesanan global Uber Technologies Inc diperkirakan akan naik hampir tiga kali lipat menjadi US$10,84 miliar tahun ini dan mencapai $26,12 miliar tahun depan, menurut presentasi baru-baru ini untuk para calon investor yang dilaporkan kantor berita Reuters.

Layanan pemesanan kendaraan yang beroperasi di lebih dari 50 negara, yang mengambil 20 persen dari penghasilan pemesanan tersebut, menunjukkan presentasi rahasia yang disiapkan oleh para bankir China dengan masukan dari Uber, yang bertujuan untuk mendapat dana investasi.

Berdasarkan angka-angka itu, penghasilan 2015 diperkirakan sekitar $2 miliar, menurut perhitungan Reuters.

Seorang juru bicara Uber di kantor pusat mereka di San Francisco mengatakan perusahaan tidak mau berkomentar mengenai "gosip dan spekulasi."

Presentasi tak bertanggal yang menampilkan data terbaru sampai Juni itu memperlihatkan ledakan pertumbuhan perusahaan berusia enam tahun itu, yang terakhir ditaksir para investor bernilai $50 miliar -- tertinggi di antara perusahaan teknologi swasta di seluruh dunia.

​Uber menghubungkan penumpang dan pengemudi lewat aplikasi teknologi, menghasilkan pendapatan yang menurut Kepala Eksekutif Travis Kalanick tahun lalu naik dua kali lipat setiap enam bulan.

Namun beberapa layanannya telah dilarang di beberapa kota di mana, misalnya, pengendara tidak memiliki izin komersial. Perusahaan itu mengatakan sedang bekerjasama denga pihak-pihak berwenang untuk menghapus larangan tersebut.

Pemesanan mencapai $2,91 miliar tahun lalu dan $687,8 juta tahun 2013, menurut presentasi tersebut, yang tidak memberikan angka pengeluaran atau menyatakan apakah Uber menguntungkan.

Presentasi itu juga mengatakan bahwa perusahaan negara China Life Insurance Co dan China Taiping Insurance berinvestasi di Uber setahun terakhir, selain Tata group dari India dan Bennett, Coleman & Co Ltd.

China Life mengukuhkan investasi tersebut, China Taiping menolak berkomentar.

XS
SM
MD
LG