Tautan-tautan Akses

Uber Minta Perlindungan Polisi Johannesburg


Polisi anti huru-hara memperhatikan mobil yang dibakar dalam demo yang dilakukan oleh sopir taksi yang menentang layanan Uber di Paris, 25 Juni 2015.

Polisi anti huru-hara memperhatikan mobil yang dibakar dalam demo yang dilakukan oleh sopir taksi yang menentang layanan Uber di Paris, 25 Juni 2015.

Uber, layanan antar jemput mobil hari Selasa (7/7) meminta polisi Johannesburg untuk melindungi pengemudi dan penumpang mereka dari intimidasi dan pelecehan oleh pengemudi taksi lokal yang merasa Uber mencuri pelanggan mereka.

Pemintaan tersebut hasil dari protes yang terjadi di luar kantor Uber di Johannesbug di mana puluhan pengemudi taksi berkumpul di hari Jumat (3/7) meminta agar lisensi yang diharuskan untuk taksi juga diterapkan untuk pengemudi Uber. Uber juga terlibat dalam sengketa perizinan di Cape Town, di mana para petugas lalu lintas menyita lebih dari 200 kendaraan Uber.

Ini adalah perselisihan terbaru dalam serangkaian panjang pertentangan antara perusahaan asal San Francisco, pengatur kebijakan dan saingannya di seluruh dunia. Perusahaan Uber terpaksa harus menangguhkan layanan Uberpop yang populer di Perancis sampai mahkamah konstitusi memutuskan status hukum layanan tersebut di akhir tahun ini.

Menurut polisi Johannesburg, beberapa penumpang Uber melaporkan mereka dipaksa mengambil taksi meteran ketika sudah memanggil mobil lewat aplikasi Uber.

Manajer tempat penginapan Karin Abrahams mengatakan beberapa pria baru-baru ini mengikutinya saat ia berusaha masuk ke mobil Uber yang telah ia panggil di luar stasiun kereta di distrik bisnis Johannesburg.

"Mereka mengusir [pengemudi Uber],” katanya. “Mereka mengatakan ‘Perseteruan kami adalah dengan anggota Uber, bukan dengan Anda; Anda tidak boleh masuk ke dalam taksi Uber ini.’ Saya mengerti sudut pandang mereka, tapi saya juga memiliki hak untuk memilih kendaraan apa yang saya gunakan sebagai alat transportasi saya. Mereka harus tahu bahwa mereka sedang menjalankan sebuah bisnis.”

Ancaman verbal dan pelecehan dari pengemudi taksi meteran “hanya menggarisbawahi mengapa orang semakin memilih alternatif yang lebih aman dan bisa diandalkan seperti Uber,” tulis perusahaan tersebut dalam sebuah pernyataan.

Pengemudi taksi lokal, Petros Mhlongo melihat situasi ini dengan cara berbeda. Dia mengatakan bahwa tarif Uber terlalu rendah dan tidak realistis sehingga mustahil bagi pengemudi taksi untuk bersaing. Dan konfrontasi adalah satu-satunya cara untuk menangani masalah ini.

"Akhirnya... kita harus duduk dan memecahkan masalah ini. Jadi kita harus berbicara dengan siapa? Mereka tidak bisa datang dan membuat peraturan mereka sendiri," ujarnya.

"Bukan berarti kami tidak menyukai mereka; kami suka dengan mereka, apalagi bagian technologinya," tambahnya. "Namun, dari segi harga, hal ini buruk. Di akhir pekan, jika saya berkerja semalaman, saya akan mendapatkan $80; akhir-akhir ini saya bahkan hampir tidak bisa mendapatkan $40 bila bertugas di malam hari."

Nilai perusahaan Uber mencapai $41 milyar dan sudah ekspansi ke 57 negara dalam enam tahun, berkat kemampuannya menghindari industri taksi yang diregulasi secara ketat. Menurut statistik perusahaan Uber, di Afrika Selatan, pengguna Uber menggunakan Uber sebanyak 2 juta kali dalam semester pertama tahun ini, dibandingkan dengan satu juta kali di sepanjang tahun 2014.

Meskipun Uber memberikan tarif murah dan penawaran musiman, Uber hanya melayani warga yang memiliki smartphone dan kartu kredit. Mayoritas warga Afrika Selatan menggunakan taksi minibus, industri yang diperkirakan senilai $3,7 milyar dan mengangkut kira-kira 15 juta orang setiap harinya. Namun mereka terlanjur dikenal dengan reputasi buruk akibat pengemudi yang sembrono dan kendaraan yang sudah tua.

Kartel taksi bersaing untuk rute dan perang wilayah yang terkadang menyebabkan kekerasan. Beberapa pengemudi taksi diserang dan dibunuh awal tahun ini.

XS
SM
MD
LG