Tautan-tautan Akses

Uber Bermitra dengan Taksi Express di Indonesia


Ilustrasi aplikasi berbagi kendaraan Uber pada ponsel dan lambang taksi di Jerman. (Reuters/Kai Pfaffenbach)

Ilustrasi aplikasi berbagi kendaraan Uber pada ponsel dan lambang taksi di Jerman. (Reuters/Kai Pfaffenbach)

Langkah Uber mengikuti kemitraan para pesaingnya dengan perusahaan-perusahaan lokal: Go-Jek dengan Blue Bird dan Grab dengan Lippo Group.

Uber Technologies dan operator taksi terbesar kedua di Indonesia PT Express Transindo Utama Tbk mengumumkan hari Senin (19/12) kemitraan mereka dalam berbagi kendaraan dan pembiayaan kendaraan.

Kemitraan itu akan membuat Uber, yang saat ini beroperasi di kota-kota di Indonesia, beberapa akses terhadap armada Express yang mencakup lebih dari 11.000 taksi dan 17.000 pengemudi. Hal ini juga akan membantu perusahaan AS itu memenuhi aturan yang mengharuskan kemitraan lokal.

Para pengemudi Express yang berpartisipasi dalam program baru dapat mengambil order dari layanan uberX untuk "melengkapi bisnis mereka," menurut pernyataan gabungan mereka. UberX adalah opsi berbiaya rendah yang memungkinkan sampai empat penumpang.

Para pengendara Uber, disebut sebagai "pengemudi-mitra", dapat membeli kendaraan tanpa atribut taksi atau merk dari Express dengan mencicil setiap bulan, sebagian lewat penghasilan yang didapat dari penggunaan aplikasi Uber.

Langkah Uber mengikuti kemitraan para pesaingnya dengan perusahaan-perusahaan lokal. Awal tahun ini, aplikasi pemanggil kendaraan Go-Jek bermitra dengan operator taksi terbesar di Indonesia, PT Blue Bird Tbk dalam teknologi, pembayaran dan promosi, sementara perusahaan Asia Tenggara Grab memiliki kemitraan pembayaran seluler dengan Lippo Group.

Layanan-layan pemanggilan kendaraan telah mendapatkan kendala regulasi di negara ini. Pemerintah telah memberikan sejumlah persyaratan, termasuk lulus uji-uji keselamatan kendaraan dan memastikan para pengendara mereka berlisensi. [hd]

XS
SM
MD
LG