Tautan-tautan Akses

Twitter mengatakan pada hari Selasa (13/10) akan memangkas delapan persen jumlah pegawainya, atau sekitar 336 pegawai, dalam upaya restrukturisasi perusahaan yang baru mengangkat CEO Jack Dorsey.

Pemangkasan ini dilakukan dua minggu setelah Dorsey, salah satu pendirinya, kembali ke Twitter untuk mengatasi masalah-masalah yang dihadapi perusahaan tersebut yang mengakibatkan menurunnya pertumbuhan pengguna baru Twitter. Perusahaan itu juga mengalami kerugian finansial akibat ebrbagai masalah yang dihadapinya.

Twitter yang berbasis di San Francisco belum memetik keuntungan dan bergulat meningkatkan penggunanya menjadi lebih dari 300 juta.

"Kami terus melakukan restrukturisasi di perusahaan kami agar bisa berkembang lebih kuat," tulis Dorsey dalam sebuah email yang menjelaskan pemangkasan pegawai Twitter itu.

Dorsey memimpin Twitter pada tahun 2007-2008 dan menjadi CEO sementara pada kwartal ketiga tahun ini setelah Dick Costolo mengundurkan diri pada bulan Juni.

Minggu lalu, Twitter memperkenalkan fitur baru yaitu "Moments" yang menjanjikan orang-orang bisa terhubung dengan "yang terbaik dari Twitter" dalam upaya mereka meningkatkan konektivitas penggunanya dengan berita terbaru. [dw]

XS
SM
MD
LG