Tautan-tautan Akses

TV Rusia Ungkap Kemungkinan Kesalahan Pilot FlyDubai


Petugas darurat di lokasi jatuhnya pesawat Boeing 737-800 Penerbangan FZ981 yang dioperasikan oleh FlyDubai, di bandara Rostov-On-Don, Rusia (20/3). (Reuters/Maxim Shemetov)

Petugas darurat di lokasi jatuhnya pesawat Boeing 737-800 Penerbangan FZ981 yang dioperasikan oleh FlyDubai, di bandara Rostov-On-Don, Rusia (20/3). (Reuters/Maxim Shemetov)

Pilot yang berjuang menghadapi angin kencang kemungkinan kehilangan kendali sehingga pesawat menukik ke darat di daerah Rostov-on-Don segera setelah kendali autopilot dimatikan.

Stasiun televisi pemerintah Rusia telah menayangkan catatan kata-kata terakhir pilot pesawat FlyDubai ketika berupaya mendaratkan pesawat penumpang Dubai pekan lalu di bagian selatan Rusia.

Stasiun televisi Rossiya-1 Jumat malam (25/3) mengingatkan bahwa penafsiran catatan itu seharusnya tidak dinilai sebagai versi resmi pemerintah.

Tetapi media itu menyatakan bahwa pilot yang berjuang menghadapi angin kencang kehilangan kendali dan kemudian pesawat menukik ke darat di daerah Rostov-on-Don segera setelah kendali autopilot dimatikan. Seluruh penumpang dan awak pesawat yang berjumlah 62 orang tewas.

“Jangan khawatir”, ujar salah seorang pilot dalam catatan itu. Beberapa detik kemudian pilot itu terdengar mengatakan “jangan lakukan itu”. Kata-kata terakhir yang tercatat adalah beberapa kali seruan “pull up” yang berarti seruan untuk menaikkan ketinggian pesawat.

Laporan itu juga menghadirkan beberapa pakar yang mengatakan ketika autopilot dimatikan, maka sirip tegak pesawat diaktifkan, membuat pesawat itu “tidak bereaksi terhadap panel kendali pilot”.

Laporan itu mengatakan pilot mungkin secara tidak sengaja menghidupkan mekanisme untuk menstabilkan pesawat tersebut.

Tim penyelidik Rusia sedang melakukan penyelidikan kriminal atas kecelakaan itu. Hari Kamis lalu tim tersebut mengatakan rekaman percakapan pilot pesawat itu ditemukan dalam kondisi baik dan laporan pendahuluan pertama tentang kecelakaan itu akan disampaikan kepada publik dalam dua minggu.

Maskapai penerbangan “FlyDubai” mengatakan pesawat berusia lima tahun itu telah menjalani pemeriksaan pemeliharaan yang luas tahun ini. Kecelakaan 19 Maret itu merupakan kecelakaan pertama maskapai penerbangan itu dalam tujuh tahun sejarahnya. [em]

XS
SM
MD
LG