Tautan-tautan Akses

Turki Tuntut Penjelasan AS terkait Tindakan Mata-mata


PM Turki Recep Tayyip Erdogan (kanan) berbincang dengan Wakil PM Bulent Arinc (foto: dok).

PM Turki Recep Tayyip Erdogan (kanan) berbincang dengan Wakil PM Bulent Arinc (foto: dok).

Turki hari Senin (1/9) menuntut penjelasan dari Amerika mengenai tuduhan bahwa Amerika telah memata-matai secara luas para pemimpin Turki sejak tahun 2006.

Wakil Perdana Menteri Turki Bulent Arinc mengatakan pejabat-pejabat Turki bertemu diplomat tertinggi Amerika di Turki sekarang ini, kuasa usaha Jess Baily, mengenai laporan baru dalam majalah Jerman Der Spiegel yang mengatakan bahwa Badan Keamanan Nasional Amerika (NSA) dan badan pemantauan Inggris, GCHQ, telah menyadap percakapan telepon dan hubungan elektronik pejabat-pejabat Turki.

Arinc tidak mengatakan apa tanggapan Baily kepada pejabat-pejabat Turki itu.

Majalah Jerman itu mengatakan laporannya didasarkan pada dokumen yang dibocorkan mantan kontraktor NSA Edward Snowden, yang setahun lalu merilis ribuan dokumen kepada wartawan yang membeber rincian program pemantauan rahasia Amerika.

Snowden melarikan diri, pertama ke Hong Kong kemudian meminta suaka dan kini tinggal di Rusia, yang menolak mengekstradisinya ke Amerika untuk diadili atas tuduhan spionase.

Majalah Der Spiegel melaporkan, sambil memata-matai, Amerika juga bekerja sama erat dengan Turki, sekutu NATO, memberi negara itu informasi lengkap mengenai militan Kurdi yang melancarkan pemberontakan untuk otonomi yang lebih besar di Turki tenggara. Majalah tersebut mengatakan satu dokumen NSA menggambarkan Turki sebagai "mitra sekaligus target" Amerika.

XS
SM
MD
LG