Tautan-tautan Akses

Turki Pindahkan Makam Kakek Pendiri Ottoman dari Suriah

  • Dorian Jones

Perdana Menteri Turki Ahmet Davutoglu memberikan keterangan mengenai operasi militer pemindahan makam Suleyman Shah, kakek dari pendiri kekhalifahan Usmaniah di Suriah (22/2).

Perdana Menteri Turki Ahmet Davutoglu memberikan keterangan mengenai operasi militer pemindahan makam Suleyman Shah, kakek dari pendiri kekhalifahan Usmaniah di Suriah (22/2).

Turki mengirim beberapa tank, persenjataan berat dan ratusan personil militer Sabtu malam (21/2) untuk memindahkan makam Suleiman Shah – kakek pendiri Kesultanan Usmaniah – karena militan ISIS dalam beberapa bulan ini telah mengepung daerah itu.

Pasukan Turki yang didukung kendaraan lapis baja, memasuki Suriah untuk memindahkan makam Usman (Ottoman) yang bersejarah dan mengganti anggota tentara Turki yang selama ini mengawalnya.

Ratusan pasukan yang didukung hampir 100 tank dan kendaraan lapis baja serta pesawat tempur, memasuki Suriah hari Sabtu malam waktu setempat. Pasukan ini mengevakuasi sekitar 40 anggota tentara Turki pengawal makam Usman (Ottoman) yang sudah dikepung berbulan-bulan oleh pasukan ISIS. Makam Suleyman Shah, kakek dari pendiri kekhalifahan Usmaniah (kekhalifahan Ottoman) serta sejumlah barang bersejarah, diangkat dan dibawa kembali ke Turki.

Perdana Menteri Turki Ahmet Davutoglu menyatakan operasi ini berhasil. Ia mengatakan pasukan Turki diberi arahan untuk melindungi nilai spiritual dan keselamatan anggota angkatan bersenjata Turki.

Iring-iringan kendaraan pasukan Turki melakukan perjalanan hampir 30 kilometer memasuki Suriah melewati kawasan yang dikuasai ISIS, namun tidak ada bentrokan yang dilaporkan. Satu tentara dilaporkan tewas karena kecelakaan. Pasukan ini dilaporkan akan tiba kembali di wilayah Turki pada hari Minggu. Davutoglu mengatakan, sebuah lokasi baru di Suriah yang dekat dengan perbatasan Turki, dikuasai militer Turki untuk menjadi tempat baru makam bersejarah itu.

PM Davutoglu menambahkan, pasukan Turki menguasai sebuah wilayah di Suriah, mengibarkan bendera Turki, di mana Suleyman Shah akan dipindahkan.

Dalam perjanjian tahun 1921 dengan Suriah, Turki berhak atas bagian kecil dari Suriah untuk lokasi makam Suleyman Shah, yang dilindungi tentara Turki. Kendati masih berlangsung perang saudara, Turki tetap mengambil haknya sesuai perjanjian tersebut, sambil menyerukan akan selalu mempertahankan seluruh wilayah Turki, di mana pun berada.

Intervensi hari Sabtu terjadi karena meningkatnya kekhawatiran ditangkapnya tentara Turki pengawal makam itu karena dikepung pasukan ISIS. Tahun lalu hampir 50 diplomat Turki diculik, ketika kelompok jihadis menguasai Mosul, kota kedua terbesar di Irak. Para diplomat itu akhirnya dibebaskan dengan pertukaran tawanan anggota ISIS di Turki.

Suriah menyebut operasi militer Turki di bagian utara Suriah untuk mengevakuasi puluhan tentara dan memindahkan sebuah makam bersejarah, sebagai tindakan “agresi yang semena-mena”.

Mengutip pejabat Kementerian Luar Negeri Suriah, kantor berita Suriah SANA melaporkan operasi itu membuktikan “kedekatan hubungan Turki dengan organisasi-organisasi teroris yang beroperasi di daerah itu”, karena di tengah serangan militan ISIS terhadap masjid, gereja dan makam di seluruh Suriah, makam Suleiman Shah terbukti tidak dirusak. Makam itu terletak di propinsi Aleppo, sekitar 35 kilometer dari perbatasan Turki. Berdasarkan perjanjian tahun 1921, lokasi itu dinilai sebagai wilayah Turki.

Meski kelompok ISIS memerangi pasukan Kurdi beberapa kilometer dari perbatasan Turki, Turki tidak mengirim pasukan darat ke Suriah – negara yang dikoyak perang saudara dan kini mulai dikuasai ISIS.

Suriah mengingatkan bahwa operasi penyelamatan itu dilakukan tanpa ijin dan melanggar perjanjian tahun 1921, juga bahwa Turki dinilai bertanggungjawab atas terjadinya “akibat agresi tersebut”. Turki mengatakan telah memberitahu pemerintah Suriah atas operasi itu, tetapi tidak meminta ijin.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG