Tautan-tautan Akses

Turki: Pesawat Tempur Rusia Kembali Langgar Wilayah Udara


Bom dielpaskan dari pesawat temper Rusia Su-34 di Suriah, 9 Oktober 2015.

Bom dielpaskan dari pesawat temper Rusia Su-34 di Suriah, 9 Oktober 2015.

Ketegangan kembali meningkat antara Turki dan Rusia hari Sabtu (30/1) ketika Turki dan NATO mengatakan sebuah pesawat tempur Rusia melanggar wilayah udara Turki. Rusia membantah tuduhan Turki sebagai “propaganda tidak berdasar.”

Kementerian Luar Negeri Turki mengatakan sebuah pesawat tempur Rusia Su-34 memasuki wilayah udara Turki hari Jum’at (29/1) sekitar jam 09.45 UTC, meskipun pejabat-pejabat Turki dan NATO mengatakan telah memberi peringatan berulangkali.

Presiden Turki mengingatkan Rusia akan menanggung “konsekuensi” jika terus melakukan pelanggaran semacam itu, dan menyebut tindakan Rusia itu “tidak bertanggungjawab.” Pemimpin Turki itu berbicara kepada wartawan di bandara Istanbul ketika ia akan terbang ke Amerika Latin.

Pemerintah Turki mengatakan dengan memanggil Duta Besar Rusia di Ankara untuk menyampaikan protest.

Di Moskow, juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan “tidak ada pelanggaran apapun” yag dilakukan pesawat-pesawat tempur Rusia terhadap wilayah udara Turki.

Sekjen NATO Jens Stoltenberg menyebut masuknya pesawat tempur Rusia ke wilayah udara Turki itu merupakan tindakan “berbahaya” dan memastikan kembali solidaritas aliansi itu dengan Turki, sebagai anggota NATO. “Saya menyerukan kepada Rusia untuk bertindak secara bertanggungjawab dan menghormati sepenuhnya wilayah udara NATO. Rusia harus mengambil seluruh langkah yang diperlukan untuk memastikan supaya pelanggaran serupa tidak terjadi lagi”, demikian pernyataan tertulis Stoltenberg hari Sabtu. [em]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG