Tautan-tautan Akses

Turki Serukan Pertemuan NATO


Sekjen NATO Jens Stoltenberg memberikan pidato dalam pertemuan NATO di Brussels (foto: dok). Turki mendesak pertemuan khusus negara-negara NATO pasca serangan teror di Turki.

Turki meminta pertemuan khusus hari Selasa (28/7) dengan negara-negara anggota NATO untuk membahas keprihatinan keamanan Turki.

Turki menyerukan pertemuan sekutu NATO hari Selasa (28/7), untuk membicarakan ancaman terhadap keamanannya dan serangan udaranya terhadap militan Negara Islam (ISIS) di Suriah dan pemberontak Kurdi di Irak.

Ankara mengajukan permohonan itu berdasarkan Pasal 4 perjanjian didirikannya NATO, yang mengizinkan negara-negara anggota meminta musyawarah ketika mereka yakin keutuhan wilayah, kemerdekaan politik atau keamanan mereka terancam.

Pembicaraan itu akan diadakan sementara Turki menghadapi gelombang kekerasan dekat perbatasan selatannya dengan Suriah dan peningkatan usahanya memerangi teroris.

Hari Senin, Amerika mengatakan pihaknya sedang membuat rencana untuk membersihkan pemberontak militan ISIS dari Suriah utara, usaha yang akan meningkatkan keterlibatan Ankara dalam perang melawan militan di kawasan itu.

Seorang pejabat Amerika mengatakan kepada kantor-kantor berita, bahwa sasarannya adalah menciptakan zona bebas ISIS guna “memastikan keamanan yang lebih besar di perbatasan Turki dengan Suriah.” Tetapi pejabat itu mengatakan operasi militer bersama Amerika-Turki tidak akan mencakup pemberlakuan zona larangan terbang di kawasan itu, yang sudah menjadi tuntutan Turki sejak lama.

Amerika khawatir penciptaan zona larangan terbang untuk menghentikan serangan udara pemerintah Suriah di kawasan itu akan meningkatkan keterlibatan pasukan AS dalam perang empat tahun yang dilancarkan beberapa kelompok untuk menggulingkan Presiden Suriah Bashar al-Assad.

Amerika mendukung dua serangan udara Turki dan serangan artileri terhadap sasaran-sasaran militan ISIS di Suriah dan pemberontak Kurdi di Irak.

Seorang juru bicara Gedung Putih hari Minggu mengatakan Turki berhak “mengambil tindakan terkait sasaran-sasaran teroris,” termasuk atas serangan terhadap kota Partai Pekerja Kurdi (PKK) di Irak utara, Jumat malam. Serangan tersebut menjadi yang pertama terhadap kelompok Kurdi terlarang di wilayah itu sejak perjanjian damai diumumkan tahun 2013.

Komentar juru bicara itu disampaikan menyusul minggu kekerasan yang menurut Turki dilakukan oleh kedua organisasi yang bersaing keras itu. (my/lt)

XS
SM
MD
LG