Tautan-tautan Akses

Turki Imbau Pemimpin Dunia Tanggung Beban Krisis Migran


Para migran berdiri di belakang pagar kamp pengungsi Nizip di provinsi Gaziantep, Turki bagian tenggara (23/4). (AP/Lefteris Pitarakis)

Para migran berdiri di belakang pagar kamp pengungsi Nizip di provinsi Gaziantep, Turki bagian tenggara (23/4). (AP/Lefteris Pitarakis)

Kehadiran tiga juta migran di wilayahnya membuat Turki menampung jumlah terbesar pengungsi, bagian dari apa yang disebut oleh PBB krisis kemanusiaan terburuk sejak Perang Dunia II.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengimbau kerjasama internasional yang lebih baik dalam berbagi beban dalam mengatasi krisis kemanusiaan terbesar di dunia.

Presiden Erdogan mengemukakan imbauan ini pada konferensi tingkat tinggi dua hari yang didukung PBB hari Senin (24/5) di Istanbul. KTT tersebut membahas migrasi besar-besaran ke Turki oleh warga sipil Suriah dan Irak yang melarikan diri dari perang di negeri mereka.

Para pengamat mengatakan kehadiran tiga juta migran di wilayahnya membuat Turki menampung jumlah terbesar pengungsi, bagian dari apa yang disebut oleh PBB krisis kemanusiaan terburuk sejak Perang Dunia II.

Meskipun ada yang meragukan apakah KTT itu dapat membuahkan hasil, Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon meminta para delegasi dan kepala negara dari lebih dari 60 negara untuk "bertekad di sini dan sekarang tidak hanya untuk menyelamatkan jiwa manusia tetapi memberi mereka kesempatan hidup bermartabat."

Organisasi bantuan medis global, Dokter Tanpa Batas menarik diri dari KTT itu minggu lalu, menyebutnya "niat baik yang tidak ada hasilnya," karena dibayangi oleh apa yang disebutnya "pelanggaran mengejutkan oleh Turki terhadap hukum kemanusiaan internasional dan hak-hak pengungsi." [sp]

XS
SM
MD
LG