Tautan-tautan Akses

Turki akan Izinkan Warganya Bersikap Anti-Wajib Militer


Presiden Turki Abdullah Gul menyalami para anggota pasukan Turki (foto: dok). Turki akan memberi kebebasan warganya bersikap anti-wajib militer.
Presiden Turki Abdullah Gul menyalami para anggota pasukan Turki (foto: dok). Turki akan memberi kebebasan warganya bersikap anti-wajib militer.

Pemerintah Turki, yang ditekan oleh Pengadilan HAM Eropa, menyatakan akan mengizinkan warganya untuk bersikap anti-wajib militer.

Pesta-pesta jalanan biasa dilakukan para pemuda yang bersiap-siap menjalani wajib militer selama 18 bulan.

Banyak yang menganggap dinas militer sebagai sebuah kehormatan, seperti yang dipaparkan pemuda ini.

Ia mengatakan senang melakukan wajib militer, dan berterima kasih kepada Tuhan ia tidak punya perasaan takut mati. Ia juga mengatakan hadiah terbesar yang diterima dengan berdinas di militer adalah gugur demi negara, menjadi syuhada, dan itulah sebabnya ia tidak takut. Ia mengatakan hanya khawatir membuat keluarganya sedih.

Tetapi banyak penentang wajib militer yang tidak sepaham dengan pandangan-pandangan patriotik itu menghadapi tekanan besar dari Pemerintah Turki.

Di Istanbul tengah, ratusan orang berdemonstrasi menentang pemenjaraan para penentang wajib militer.

Seorang demonstran mengatakan siapapun yang menentang wajib militer akan menghadapi tuduhan sepanjang hidupnya.

“Orang itu ditahan, kemudian dibebaskan karena ia sudah menjalani masa hukumannya. Kemudian ia ditahan polisi lagi, yang mengatakan ia lari dari dinas militer. Orang itu mengatakan ia tidak lari dari dinas militer, tetapi menolaknya. Ia lalu dipenjara dan diadili lagi. Ini berlangsung terus menerus. Ini lingkaran setan karena seperti dihukum seumur hidup. Ia tidak pernah dilepaskan,” ujarnya.

Pemenjaraan berulang-ulang para penentang wajib militer mengakibatkan Turki dianggap melanggar peraturan Pengadilan HAM Eropa.

Mehmet Tarhan adalah salah seorang penentang wajib militer yang paling terkenal di Turki yang sedang menjalani hukuman penjara, dan kemungkinan akan dipenjara lebih lama lagi. Meski ia menyambut baik langkah pemerintah itu, ia tetap berhati-hati.

Ia mengatakan Dewan Eropa memberi batas waktu kepada Turki untuk melakukan perombakan hukum sampai Desember. Turki selalu mengatakan sedang membuat “persiapan” kepada dewan itu setiap tiga bulan. Jadi katanya, kita lihat saja hasil persiapan yang telah diadakan lima tahun terakhir ini.

Orang-orang yang anti dengan diizinkannya penentangan wajib militer bisa mengakibatkan kebijakan itu macet.

Karena seluruh negara Eropa mengakui hak para penentang wajib militer dan konsep wajib militer di Turki nampaknya dianggap semakin usang, para pengamat mengatakan nampaknya Turki bertindak melawan arus.

XS
SM
MD
LG