Tautan-tautan Akses

Turis China Bersikap Tidak Sopan di Thailand


Turis China berfoto ketika berkunjung ke Wat Phra Kaeo (Emerald Buddha Temple) di Bangkok 23 Maret 2015. Kemarahan publik memaksa pemerintah Thailand mengeluarkan aturan etiket bagi turis asing.

Turis China berfoto ketika berkunjung ke Wat Phra Kaeo (Emerald Buddha Temple) di Bangkok 23 Maret 2015. Kemarahan publik memaksa pemerintah Thailand mengeluarkan aturan etiket bagi turis asing.

Turis-turis China yang berkunjung ke Thailand dituduh buang air kecil di tempat umum, meludah di jalan dan bahkan menyepak sebuah lonceng kuil yang dianggap suci.

Warga Thailand melihat jumlah turis China yang semakin banyak itu dengan perasaan galau, walaupun kehadiran mereka ikut membantu perekonomian Thailand yang sedang mengalami kesulitan.

Tapi karena adanya kemarahan warga yang semakin kuat, pemerintah Thailand telah mencetak ribuan buku panduan tentang etiket yang harus dihormati oleh turis asing.

Bulan lalu sebuah foto yang menunjukkan seorang anak perempuan buang air kecil di halaman Istana Agung di Bangkok menimbulkan banyak komentar kemarahan, yang kadang-kadang bernada rasialis, dalam jejaring sosial. Kata mereka, anak perempuan itu adalah warga China.

Bulan Maret lalu, sebuah video yang menunjukkan turis China memotong antrian di bandara Thailand telah dilihat oleh lebih dari dua juta orang dan memancing kemarahan luas.

Di kuil Wat Rong Khun, atau Kuil Putih, di propinsi Chiang Rai di bagian utara Thailand, pemilik kuil Chalermchai Kositpipat mengeluh tentang kotornya toilet setelah kunjungan serombongan turis China.

“Tampaknya ada orang China yang buang air sembarangan. Karena itu saya minta kepada pemandu mereka untuk menjelaskan bahwa peraturan di Thailand harus dihormati,” kata Kositpipat.

Tahun lalu 4,6 juta warga China berkunjung ke Thailand, dimana masing-masing turis membelanjakan kira-kira 160 dollar per hari, lebih banyak dari yang dikeluarkan oleh turis Eropa pada umumnya.

Pendapatan dari turis China ini diperkirakan akan mencapai 5,6 milyar dollar tahun ini, suatu jumlah yang cukup besar untuk menopang perekonomian Thailand yang tersendat-sendat.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG