Tautan-tautan Akses

Tunisia Tangkap Keponakan Pelaku Teror Natal di Jerman


Walid, kakak dari tersangka Anis Amri, pelaku serangan di pasar Natal di Berlin, bmemberi keterangan kepada media di Oueslatia, Tunisia, 22 Desember 2016 (Foto: dok).

Walid, kakak dari tersangka Anis Amri, pelaku serangan di pasar Natal di Berlin, bmemberi keterangan kepada media di Oueslatia, Tunisia, 22 Desember 2016 (Foto: dok).

Ratusan orang turun ke jalan-jalan hari Sabtu (24/12) mengadakan demonstrasi anti-ekstrimisme di ibukota Tunis.

Pihak berwenang di Tunisia telah menangkap keponakan tersangka penyerang pasar Natal di Berlin, Anis Amri, serta dua tersangka militan Islamis lainnya yang kabarnya terkait dengan Amri, kata kementerian dalam negeri, Sabtu (24/12).

Ketiga tersangka dikabarkan merupakan anggota sel teroris terkait teroris Anis Amri, pelaku serangan teroris di Berlin. Demikian keterangan dalam pernyataan tersebut. Mereka ditangkap hari Jumat.

Sementara itu, ratusan orang turun ke jalan-jalan hari Sabtu (24/12) mengadakan demonstrasi anti-ekstrimisme di ibukota Tunis. Sekitar 200 orang secara bergilir menyerukan kepada pemerintah agar memulangkan semua warga Tunisia yang tinggal di luar negeri, yang mempunyai kaitan dengan organisasi teroris, supaya mereka dapat diadili di tanah air mereka.

Rapat umum itu diadakan di luar Museum Bardo, di mana serangan ektrimis terjadi tahun lalu yang diklaim oleh ISIS. Orang-orang bersenjata menewaskan 22 orang dalam serangan bulan Maret tahun 2015, termasuk 21 wisatawan asing.

Penangkapan di Tunisia itu berlangsung, sementara Jerman terus mencari orang-orang yang mungkin membantu tersangka penyerang degan truk di Berlin, sehari setelah ia tewas dalam tembak-menembak hari Jumat dengan polisi Italia di Milan.

Sementara sebagian besar negara itu bersiap-siap merayakan Malam Natal hari Sabtu, pihak berwenang Jerman mengatakan ratusan penyelidik akan bekerja dalam penyelidikan sepanjang musim Natal dan Tahun Baru ini.

Ketika berbicara dengan para wartawan di Berlin hari Jumat, Kepala Kejaksaan Federal Peter Frank mengatakan para penyelidik sedang berusaha untuk menentukan apakah priya Tunisia Anis Amri yang berusia 24 tahun itu mendapat pertolongan dari jaringan pendukung.

Frank mengatakan sidik-jarinya mengukuhkan Amri melakukan serangan yang menewaskan 12 orang dan melukai 56 lainnya itu Senin lalu. Tetapi ia mengatakan penyelidikan masih jauh dari selesai.

“Sangat penting bagi kami sekarang untuk mengetahui apakah ada jaringan pendukung dan anggota komplotannya, apakah ada orang-orang dekat yang turut membantu tersangka menyiapkan dan melakukan serangan dan untuk melarikan diri,” kata Frank.

Kanselir Jerman Angela Merkel menyatakan lagi penyelidikan akan dipusatkan pada orang-orang yang mungkin anggota komplotan tersangka.

Amri diyakini membajak sebuah truk dan menggunakannya untuk melindas khalayak ramai orang-orang yang berpesta dan belanja di pasar Natal Berlin dalam serangan yang telah diklaim oleh ISIS. [gp]

XS
SM
MD
LG