Tautan-tautan Akses

Tunisia Berlakukan Jam Malam di Seluruh Negara


Para warga pengangguran Tunisia melakukan demonstrasi di ibukota Tunis, Jumat (22/1).

Para warga pengangguran Tunisia melakukan demonstrasi di ibukota Tunis, Jumat (22/1).

Pemerintah Tunisia hari Jumat (22/1) mengumumkan jam malam di seluruh negara itu setelah terjadi 4 protes yang disusul dengan bentrokan-bentrokan.

Tunisia telah mengumumkan jam malam di seluruh negara itu setelah terjadi 4 protes yang disusul bentrokan, kerusuhan terburuk sejak revolusi tahun 2011 yang menyebabkan penggulingan diktator Zine El Abidine Ben Ali.

Kementerian Dalam Negeri mengatakan larangan keluar rumah itu, yang berlangsung dari jam 8 malam sampai 5 pagi, perlu diberlakukan untuk mencegah kerusakan terhadap tanah dan bangunan milik pemerintah dan swasta.

Bentrokan Jumat (22/1) pagi diberitakan terjadi di beberapa daerah bagian tengah termasuk kota Sidi Bouzid dan Kasserine. Sedikitnya 16 orang ditangkap di ibukota Tunis, setelah terjadi bentrokan itu.

Sedikitnya 3 markas polisi diserang dalam 24 jam dan puluhan polisi luka-luka. Polisi telah menggunakan gas air mata dan semprotan air untuk membubarkan para pengunjuk rasa.

Kerusuhan timbul pekan lalu setelah seorang pemuda yang kehilangan pekerjaan sebagai pegawai negeri memanjat menara pemancar untuk melakukan protes dan tersetrom.

Lima tahun lalu tindakan bunuh diri pemuda lain penganggur memicu pemberontakan yang menggulingkan penguasa Tunisia dan akhirnya menimbulkan pemberontakan “Arab Spring” di seluruh Afrika Utara.

Perdana Menteri Tunisia, Habib Essid, mempersingkat kunjungaannya ke Eropa untuk menangani protes itu.

Sepertiga pemuda Tunisia menjadi penganggur. Angka pengangguran di seluruh negara itu sekitar 15 persen. [sp]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG