Tautan-tautan Akses

7 Tewas dalam Protes Hasil Pemilu Venezuela


Para pendukung tokoh oposisi Henrique Capriles berhadap-hadapan dengan polisi anti huru-hara di Caracas (15/4). Ratusan pendukung oposisi bentrok dengan petugas keamanan Senin 16/4.

Para pendukung tokoh oposisi Henrique Capriles berhadap-hadapan dengan polisi anti huru-hara di Caracas (15/4). Ratusan pendukung oposisi bentrok dengan petugas keamanan Senin 16/4.

Jaksa agung Venezuela mengatakan tujuh orang tewas dalam gelombang demonstrasi setelah kemenangan tipis Presiden sementara Nicolas Maduro dalam pemilu hari Minggu.

Jaksa Agung Luisa Ortega mengatakan 61 orang cedera dalam demonstrasi pasca pemilu, sementara 135 orang ditangkap. Ortega tidak merinci mengenai korban tewas atau cedera dan bagaimana hal itu terjadi.

Para pendukung pemimpin oposisi Henrique Capriles hari Senin turun ke jalan setelah komisi pemilu Venezuela menyatakan Maduro – calon pengganti yang ditunjuk sendiri oleh mendiang Presiden Hugo Chavez – sebagai pemenang pemilu hari Minggu.

Maduro dikabarkan terpilih dengan perbedaan jumlah suara yang sangat tipis 50,7 persen berbanding 49,1 persen bagi Capriles, gubernur negara bagian Miranda. Capriles menolak menerima hasil pemilu itu, menuntut penghitungan ulang dan menghimbau para pendukungnya agar memprotes hasil pemilu secara damai.

Senin malam, demonstasi berubah menjadi aksi kekerasan setelah para pendukung Capriles memukul-mukul kuali dan panci dan membakar kantong-kantong sampah sambil berpawai di ruas-ruas jalan raya di Caracas, ibukota Venezuela, menuntut penghitungan ulang. Mereka dihadang polisi, yang menembakkan gas air mata dan peluru karet untuk membubarkan demonstran. Demonstrasi oposisi juga dilaporkan terjadi di sejumlah kota-kota propinsi.

Maduro menanggapi demonstrasi itu dengan menuduh pihak oposisi hendak melakukan kudeta. Hari Selasa ia mengatakan ia tidak akan mengijinkan demonstran mengadakan pawai yang dijadwalkan hari Rabu di Caracas.
XS
SM
MD
LG