Tautan-tautan Akses

70 Ribu Buruh Tani Adakan Demo Protes di Seoul, Korsel


Polisi anti huru-hara Korea Selatan menyemprotkan air sementara polisi berusaha membubarkan demonstran yang mencoba berpawai ke kediaman presiden setelah pawai menentang peraturan pemerintah di Seoul, Korea Selatan, 14 November 2015.

Polisi anti huru-hara Korea Selatan menyemprotkan air sementara polisi berusaha membubarkan demonstran yang mencoba berpawai ke kediaman presiden setelah pawai menentang peraturan pemerintah di Seoul, Korea Selatan, 14 November 2015.

Polisi menembakkan gas air-mata dan semprotan air hari Sabtu (14/11) ketika mereka bentrok dengan demonstran anti-pemerintah yang berpawai di tengah kota Seoul, yang merupakan protes terbesar di ibukota Korea Selatan itu dalam lebih 7 tahun, yang mengakibatkan seorang pemrotes luka parah.

Kira-kira 70 ribu orang berpawai dari berbagai lokasi di Seoul ke sebuah daerah dekat Balai Kota, menurut polisi. Demonstrasi itu berlangsung hingga malam hari, dan polisi menahan paling sedikit 12 orang. Tidak jelas kenapa banyak orang cedera.

Pawai, yang diatur oleh organisasi buruh, LSM, dan petani itu, mendatangkan pemrotes yang membawa berbagai keluhan terhadap pemerintahan konservatif Presiden Park Geun-hye, termasuk kebijakan buruhnya yang ramah kepada perusahaan dan keputusan yang mengharuskan sekolah-sekolah SMP dan SMA menggunakan buku sejarah yang diterbitkan pemerintah mulai tahun 2017.

Baek Nam-gi, seorang petani berusia 69 tahun, masih tidak sadarkan diri di rumah sakit setelah ia terjatuh pada belakang kepalanya ketika polisi menyiramnya dengan penyemprot air dekat Balai Kota, kata Cho Byung-ok, Sekjen Liga Buruh Tani Korea, kelompok aktivis yang mewakili petani.

Gambar-gambar televisi menunjukkan Baek tergeletak dan tidak bergerak ketika demonstran lain berusaha menyeretnya menjauhi polisi yang terus menyemprot air terhadap mereka dari atap bus polisi. [gp]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG