Tautan-tautan Akses

7 Anak Terseret Banjir di Gorontalo, 3 Meninggal


Kantor Polsek Gorontalo terendam banjir. (foto: ilustrasi - courtesy: BNPB)

Kantor Polsek Gorontalo terendam banjir. (foto: ilustrasi - courtesy: BNPB)

Sedikitnya tiga dari tujuh anak yang terseret arus banjir di Gorontalo hari Minggu (30/10) ditemukan meninggal dunia.

Informasi yang diperoleh VOA dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana BNPB mengatakan ketujuh anak tersebut sedang mandi di sungai di kelurahan Hutuo, kecamatan Limboto, kabupaten Gorontalo, ketika tiba-tiba arus sungai menjadi sangat deras akibat kiriman banjir dari hulu sungai.

Empat anak berhasil menyelamatkan diri dengan berpengangan pada rumput yang ada di pinggir sungai, tetapi tiga lainnya terseret arus hingga ke Danau Limboto. Tim SAR Gabungan dan masyarakat yang mengetahui informasi ini langsung melakukan pencarian dan berhasil menemukan mayat ketiganya di Danau Limboto Minggu sore.

Selain Gorontalo, hujan dan petir juga menimbulkan musibah dan menelan korban jiwa di Kudus, Jawa Tengah. Dua petani yang sedang berada di sawah melihat persemaian benih padi di desa Medini dan desa Kalirejo, tersambar petir. Seorang petani meninggal, dan seorang lainnya menderita luka bakar dan kini dirawat di rumah sakit.

BNPB meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan mengingat curah hujan yang tidak biasa berpotensi menimbulkan bencana. Warga diminta tidak melakukan aktivitias di tempat terbuka dan senantiasa berkoordinasi dengan pihak berwenang jika melihat tanda-tanda potensi bencana. [em/jm]

XS
SM
MD
LG