Tautan-tautan Akses

Trump Ungkap Rencana Kalahkan ISIS, Clinton Tetap Unggul


Republican U.S. presidential nominee Donald Trump speaks at Youngstown State University in Youngstown, Ohio August 15, 2016.

Republican U.S. presidential nominee Donald Trump speaks at Youngstown State University in Youngstown, Ohio August 15, 2016.

Berbicara di Youngstown, Ohio, Donald Trump sekali lagi menyalahkan Presiden Barack Obama dan mantan menteri luar negerinya, Hillary Clinton, atas kebangkitan ISIS dan mengatakan dia akan mengalahkan kelompok militan itu.

Kandidat presiden Amerika dari Partai Republik, Donald Trump memaparkan kebijakannya untuk memerangi terorisme ketika berkampanye hari Senin (15/8) di Ohio, sementara manajer kampanyenya menjawab pertanyaan tentang transaksi-transaksi bisnis masa lalunya di Rusia dan Ukraina. Trump mengklaim saingannya dari Demokrat Hillary Clinton tidak akan mampu mencegah serangan teroris atau mengalahkan militan ISIS di Timur Tengah.

Sementara itu, Clinton berkampanye di Pennsylvania dengan Wakil Presiden Joe Biden, yang memuji pengalamannya dan menuduh Trump membahayakan keamanan Amerika.

Berbicara di Youngstown, Ohio, Donald Trump sekali lagi menyalahkan Presiden Barack Obama dan mantan menteri luar negerinya, Hillary Clinton, atas kebangkitan ISIS dan mengatakan dia akan mengalahkan kelompok militan itu.

"Kita akan bermitra dengan Raja Abdullah dari Yordania dan Presiden Mesir, Presiden (Abdel Fattah al-) Sisi, dan semua orang yang mengakui bahwa ideologi penghancuran ini harus dimusnahkan. Kita akan juga bekerja dengan sangat erat bersama NATO dalam misi baru ini," kata Donald Trump.

Simak: Pernyataan Trump tentang ISIS

Trump tidak menyinggung laporan harian New York Times yang menunjukkan bahwa manajer kampanyenya, Paul Manafort, mungkin telah membuat perjanjian menguntungkan dengan partai Ukraina yang memiliki hubungan dekat dengan Rusia. Manafort membantah menerima bayaran apapun dari partai itu, tapi hubungan bisnis masa lalunya dengan Rusia sekarang ditinjau dengan cermat.

Partai Republik meluncurkan kampanye pemilu pertama di Israel pada hari Senin dalam upaya meyakinkan sekitar 300.000 orang yang memiliki kewarganegaraan ganda Amerika-Israel untuk memilih Trump.

"Mereka tidak tahu, mereka bahkan tidak ingat bahwa mereka dapat memilih. Kali ini kami akan meyakinkan mereka bahwa mereka harus pergi memilih karena masalah nomor satu mereka, masalah mereka satu-satunya adalah siapa yang akan menjadi presiden yang lebih baik bagi pemerintah Israel," kata Tzvika Brot, anggota Partai Republik cabang Israel.

Sebagian orang dengan kewarganegaraan ganda ini berada di negara bagian Pennsylvania yang menjadi medan pertempuran pemilu, di mana Clinton berkampanye pada hari Senin.

"Saya tahu sebagian dari Anda mungkin memiliki teman-teman di sini, di Pennsylvania timur laut, yang berpikir untuk memilih Trump. Anda tahu, saya tahu, teman tidak boleh membiarkan teman memilih Trump," jelas Hillary Clinton.

Simak: Pidato Joe Biden di Scranton, Pennsylvania.​

Wakil Presiden Joe Biden mendampingi Clinton pada sebuah reli di Scranton, Pennsylvania.

"Ide-ide Trump bukan hanya sangat salah, ide-idenya sangat berbahaya dan sama sekali bukan Amerika. Anda tahu, ide-ide itu mengungkapkan ketidaktahuan yang mendalam tentang konstitusi kita. Ini resep yang dapat digunakan teroris dan propaganda mereka," kata Joe Biden.

Rata-rata jajak pendapat nasional terbaru menunjukkan bahwa Clinton mengalahkan Trump hampir tujuh persen lebih. [as/ab]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG