Tautan-tautan Akses

Trump: Transisi Kekuasaan Berlangsung Sangat Terorganisir


Presiden terpilih Amerika Serikat Donald Trump (Foto: dok).

Presiden terpilih Amerika Serikat Donald Trump (Foto: dok).

Washington Post merilis opini berupa kritikan dari mantan pejabat keamanan nasional Partai Republik Eliot Cohen, yang mengatakan bahwa ia tidak merekomendasikan konservatif menjabat di bawah pemerintahan Trump.

Meskipun ada banyak laporan mengenai pertikaian internal dalam timnya dan spekulasi luas mengenai siapa yang akan menjadi bagian dari kabinetnya, Presiden AS terpilih Donald Trump melalui Twitter Selasa malam (15/11), mengatakan bahwa proses peralihan kekuasaan yang telah berlangsung sepekan dari pemerintahan President Barack Obama ke pemerintahannya berlangsung baik.

Trump menyebutkan proses yang terorganisir dengan baik sedang berlangsung pada saat ia memutuskan siapa yang akan duduk dalam dalam kabinetnya dan posisi-posisi lain. Trump menulis, “Saya satu-satunya orang yang tahu siapa-siapa yang menjadi finalis untuk posisi-posisi tersebut.”

Dua puluh menit sebelumnya, Washington Post merilis opini berupa kritikan dari mantan pejabat keamanan nasional Partai Republik Eliot Cohen, yang mengatakan bahwa ia tidak merekomendasikan konservatif menjabat di bawah pemerintahan Trump.

Cohen mengatakan, selalu ada kekacauan pada masa transisi pasca pemilu yang pada akhirnya selalu akan terselesaikan. Namun, ia yakin, transisi kali ini tidak normal dan pemerintahan Trump tidak akan menjadi pemerintahan presiden yang normal.

Sebelum pemilu, Gubernur New Jersey memimpin tim transisi, sebuah peran yang diambilnya setelah berbulan-bulan mendukung Trump menyusul usahanya yang gagal dalam meraih nominasi Partai Republik. Jumat lalu, posisi tersebut diganti oleh Wakil Presiden terpilih Mike Pence, yang menurut The Wall Street Journal tidak menginginkan para pelobi masuk dalam staf transisi.

Selama kampanye, Trump berjanji akan melakukan serangkaian reformasi pemerintahan, termasuk melarang para pejabat pemerintah menjadi pelobi setelah masa jabatan mereka berakhir. Namun tekad ini kemungkinan merumitkan usahanya memenuhi banyak posisi yang akan segera kosong sewaktu Obama mengkahiri masa jabatannya Januari mendatang.

Pence dan Trump bertemu Selasa di New York, namun belum ada pengumuman siapa yang akan menduduki jabatan menteri luar negeri dan menteri pertahanan. [ab/as]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG