Tautan-tautan Akses

AS

Trump, Clinton Saling Serang Karakter dalam Debat Kedua


Kandidat presiden AS dari Partai Demokrat Hillary Clinton dan lawannya dari Partai Republik, Donald Trump, bersalaman setelah melakukan debat kepresidenan kedua di Washington University, St. Louis (9/10). (AP/Patrick Semansky)

Kandidat presiden AS dari Partai Demokrat Hillary Clinton dan lawannya dari Partai Republik, Donald Trump, bersalaman setelah melakukan debat kepresidenan kedua di Washington University, St. Louis (9/10). (AP/Patrick Semansky)

Kedua kandidat juga saling mengecam masa depan program layanan kesehatan terjangkau Presiden Barack Obama, yang dikenal dengan "Obamacare".

Calon presiden Partai Republik Donald Trump dan calon presiden Partai Demokrat kembali berhadapan dalam debat kedua Minggu malam (9/10) di kota St. Louis.

Trump dan Clinton mendapat pertanyaan dari sejumlah pemilih yang belum menentukan pilihan dalam debat dengan gaya “town-hall” di Universitas Washington, St. Louis, yang awalnya didominasi dengan pertanyaan-pernyataan tentang karakter kedua kandidat.

Trump menyangkal bahwa ia pernah mencium dan meraba-raba perempuan tanpa izin seperti yang terungkap dalam video yang dirilis oleh surat kabar Washington Post Jumat lalu.

Ia juga berdalih bahwa kata-kata cabul yang diucapkannya dalam rekaman pembicaraan itu tidak sebanding dengan apa yang disebutnya sebagai pelecehan perempuan oleh suami Hillary, mantan presiden Bill Clinton.

Berdiri beberapa meter dari calon presiden dari Partai Demokrat itu, Trump menuduhnya telah menyerang perempuan-perempuan korban suaminya.

“Ia seharusnya malu," ujar Trump.

Clinton menatap dingin ke arah Trump sebelum membalas pernyataan itu. Clinton tidak menanggapi secara langsung tuduhan-tuduhan Trump tentang hubungan di luar perkawinan yang dilakukan Bill Clinton atau peran yang dimainkan dalam mengatasi hal itu, tetapi mengecam keras pernyataan-pernyataan cabul tentang perempuan yang dikeluarkan Trump tahun 2005.

“Saya kira jelas bagi siapa pun yang mendengar rekaman itu bahwa hal itu benar-benar mencerminkan siapa dirinya," ujar Clinton, dan menambahkan ia tidak yakin “Trump tepat untuk menjabat sebagai panglima tertinggi."

Bill Clinton menghadapi upaya pemakzulan oleh DPR Amerika tahun 1998 karena berbohong tentang hubungan seksual yang dilakukannya dengan seorang staf magang di Gedung Putih, tetapi tidak terbukti bersalah dalam pengadilan di Senat.

Beberapa perempuan juga menuduh Bill Clinton melakukan pelecehan seksual sebelum dan setelah menjadi presiden, tetapi klaim-klaim itu tidak terbukti atau menyebabkan tuntutan kriminal terhadapnya.

Obamacare

Ketegangan antara Trump dan Clinton tampak jelas sejak dimulainya debat berdurasi 90 menit ini, debat kedua dalam kampanye presiden Amerika. Keduanya tidak bersalaman ketika bertemu di tengah-tengah podium.

Kedua kandidat juga saling mengecam masa depan program layanan kesehatan terjangkau Presiden Barack Obama, yang dikenal dengan "Obamacare".

Clinton mengakui bahwa undang-undang layanan kesehatan itu telah meningkatkan premium asuransi dan harga obat, tetapi ia berjanji akan memperbaiki “Affordable Care Act” itu, tidak seperti Trump yang bertekad akan mencabut dan menggantinya.

Clinton juga mengkritisi Trump soal pajak. Ketika seorang hadirin menanyakan apa yang akan mereka lakukan supaya kelompok terkaya di Amerika membayar pajak, Clinton menjawab sungguh mencegangkan mengetahui ada tokoh yang mungkin tidak pernah membayar pajak selama 20 tahun terakhir.

Trump mengaku mengelak membayar pajak pribadi karena kerugian perusahaan yang disampaikannya 20 tahun lalu. Ia mengatakan bahwa pemberi sumbangan kampanye terbesar bagi Clinton juga melakukan hal serupa. Ditambahkannya ia bangga bisa mengambil keuntungan dari aturan pajak tersebut. [em]

XS
SM
MD
LG