Tautan-tautan Akses

AS

Trump Puji Proposal Asuransi Kesehatan Baru tapi Nasibnya Belum Jelas


Presiden AS Donald Trump mengadakan pertemuan dengan pimpinan Senat dan DPR AS yang dikuasai Partai Republik di Gedung Putih, 1 Maret 2017 (foto: dok).

Presiden AS Donald Trump mengadakan pertemuan dengan pimpinan Senat dan DPR AS yang dikuasai Partai Republik di Gedung Putih, 1 Maret 2017 (foto: dok).

Presiden Amerika Donald Trump mengatakan rencana Partai Republik untuk merombak sistem layanan asuransi kesehatan nasional “sangat baik”, tapi nasibnya di Kongres masih belum jelas.

Trump dalam komentar di Twitter hari Selasa mengklaim UU saat ini yang diprakarsai oleh Presiden Barack Obama “adalah bencana besar” dan “dengan dengan cepat akan ambruk”.

Presiden Trump mengatakan ia sedang mengupayakan sistem untuk mendukung kompetisi diantara produsen obat-obatan untuk memangkas harga obat-obatan yang mahal dan memungkinkan asuransi kesehatan dijual lintas negara bagian dengan harapan akan menurunkan biaya premi asuransi.

“Harga obat bagi rakyat Amerika akan jauh berkurang,” demikian janji Trump mengenai harga obat-obatan.

Partai Republik sejak lama ingin mencabut UU asuransi kesehatan itu yang dikenal sebagai Obamacare. Tapi proposal baru yang diajukan oleh para pemimpin Kongres segera memicu serangan langsung dari anggota Republik yang konservatif baik di DPR maupun di Senat disertai komentar-komentar mengejek dari anggota Partai Demokrat yang ingin mempertahankan Obamacare.

Partai Republik mengecam proposal pemimpin mereka sendiri dengan mengejeknya sebagai “Obamacare Lite” katanya, proposal itu terlalu mirip dengan UU yang hendak dibatalkan.

"Saya tidak melihat ada perubahan penting di sini (proposal baru),” kata anggota Kongres Jim Jordan, salah seorang anggota Partai Republik yang konservatif pengecam proposal itu.

“Ini adalah Obamacare dalam bentuk lain,” ujarnya.

Para pengecam Partai Republik khususnya menyampaikan tentangan terhadap proposal yang memberi keringanan pajak kepada warga Amerika yang berpendapatan rendah untuk membantu mereka membeli asuransi, katanya, program baru ini akan menelan biaya besar dalam beberapa tahun mendatang.

“Ini mirip program bantuan kesejahteraan Republik saja,” kata salah satu kelompok konservatif Kongres.

“Menulis cek untuk orang-orang agar membeli asuransi, pada prinsipnya adalah (sama dengan) Obamacare. Memang memungkinkan lebih banyak pilihan dan lebih berfokus pada pasien, tetapi pada dasarnya ini berakar pada gagasan bahwa pemerintah federal yang mendanai pembelian asuransi,” imbuhnya.

Proposal baru itu akan menghapus komponen utama Obamacare, yakni persyaratan bahwa semua warga Amerika harus membeli asuransi kesehatan atau jika tidak akan dikenai denda, sebuah peraturan yang oleh fraksi Republik dinilai sebagai berlebihan dan membuat pemerintah nasional campur tangan dalam kehidupan rakyat.

Meski demikian proposal baru itu akan menerapkan penalti yang sama, sebesar 30% terhadap mereka yang membiarkan tanggungan asuransi mereka kadaluwarsa dan memutuskan untuk membeli polis baru.

Penalti itu dan juga denda yang diberlakukan Obama dimaksudkan untuk mendorong orang membeli asuransi sebelum mereka jatuh sakit dan membutuhkan layanan kesehatan.

Proposal Partai Republik itu juga akan mempertahankan dua peraturan Obamacare yang paling populer, yakni memperbolehkan orang muda ikut dalam tanggungan polis asuransi orangtua mereka sampai mereka berusia 26 dan melarang perusahaan-perusahaan asuransi menolak menanggung warga Amerika yang sudah menderita penyakit sebelumnya dan membutuhkan biaya perawatan yang mahal. [my/jm]

Opini Anda

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG