Tautan-tautan Akses

Trump Perlunak Retorika Pasca Menangi Pilpres AS


Presiden terpilih AS, Donald Trump, didampingi istrinya, Melania dan Wapres terpilih Mike Pence, dan Paul Ryan di Gedung Capitol, Washington D.C, 10 November 2016 (AP Photo/Alex Brandon)

Presiden terpilih AS, Donald Trump, didampingi istrinya, Melania dan Wapres terpilih Mike Pence, dan Paul Ryan di Gedung Capitol, Washington D.C, 10 November 2016 (AP Photo/Alex Brandon)

Dalam wawancara untuk acara 60 Minutes dengan jaringan TV CBS, Presiden terpilih Amerika, Donald Trump, menyebut pasangan Clinton sebagai “keluarga berbakat,” yang dipertimbangkannya untuk dimintai saran.

Sejak memenangi pemilihan presiden Amerika, Donald Trump dari partai Republik telah melunakkan retorikanya, sehingga menimbulkan pertanyaan mengenai apakah ia akan memenuhi janji-janjinya semasa kampanye. Ia juga memuji pesaingnya dari partai Demokrat, Hillary Clinton, dan suaminya, mantan presiden Bill Clinton, serta Presiden Barack Obama.

Presiden terpilih Amerika itu menjawab beberapa pertanyaan tersebut dalam wawancara dengan jaringan televisi CBS, yang ditayangkan hari Minggu.

Kemenangan tak terduga Trump telah memicu protes di berbagai kota besar Amerika. Masih banyak lagi protes yang direncanakan berlangsung pada bulan Januari, bersamaan dengan hari pelantikannya.

“Menurut saya, protes semacam ini dapat mengirim pesan ke orang-orang lain di Amerika yang marah dengan presiden baru ini, dan secara internasional, bahwa rakyat Amerika tidak mendukung agendanya yang rasis dan seksis,” kata Kathleen Dunleavy, demonstran di Los Angeles.

Trump segera menunjukkan bahwa mantan lawan-lawan politiknya telah menawarkan dukungan mereka. Dalam wawancara untuk acara 60 Minutes dengan jaringan TV CBS, ia menyebut pasangan Clinton sebagai “keluarga berbakat,” yang dipertimbangkannya untuk dimintai saran.

Ia menegaskan kembali niatnya untuk mendirikan tembok di sepanjang perbatasan dengan Meksiko, tetapi mengakui bahwa di beberapa daerah, pembatas itu bisa berupa pagar.

“Tetapi untuk daerah-daerah tertentu, tembok akan lebih memadai. Saya ahli sekali mengenai hal ini. Inilah yang disebut konstruksi,” jelas Donald Trump.

Para anggota partai Republik di Kongres telah menjelaskan bahwa mereka tidak akan membentuk pasukan untuk mendeportasi sekitar 11 juta imigran ilegal, sebagaimana yang dijanjikan Trump. Dalam wawancara 60 Minutes itu, Trump menegaskan bahwa sebagian dari imigran ilegal akan dideportasi.

“Apa yang akan kami lakukan adalah menangkapi orang-orang yang berbuat kejahatan dan memiliki catatan kriminal, seperti anggota geng, pengedar narkoba. Ada banyak orang seperti itu, mungkin 2 juta, bahkan mungkin 3 juta orang. Kami akan mengeluarkan mereka dari negara ini atau kami akan memenjarakan mereka. Tetapi kami akan mengeluarkan mereka dari negara kami. Mereka berada di sini secara ilegal. Setelah perbatasan diamankan, dan setelah semuanya normal, kami akan membuat keputusan mengenai orang-orang yang Anda sebutkan, yakni orang-orang yang hebat,” jelas Trump.

Sementara itu, mantan kandidat presiden Senator Bernie Sanders mengatakan partai Demokrat harus memulai suatu gerakan akar rumput untuk memperjuangkan kebenaran.

“Tidak ada alasan yang masuk akal mengapa kita membayar harga paling mahal di dunia untuk obat-obat resep, tidak ada alasan yang rasional mengapa kita adalah satu-satunya negara besar di dunia yang tidak menjamin layanan kesehatan kepada semua warga,” kata Senator Vermont, Bernie Sanders.

Trump mengatakan ia akan mencabut program layanan kesehatan Presiden Obama, tetapi secara bersamaan akan menggantikannya dengan program lainnya yang mempertahankan sebagian ketentuan dari apa yang disebut Obamacare itu. [uh/lt]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG