Tautan-tautan Akses

AS

Trump, Pence Pertimbangkan Posisi-posisi Penting di Kabinet


Presiden terpilih Amerika Donald Trump dan Wakil Presiden terpilih Mike Pence (foto: dok).

Presiden terpilih Amerika Donald Trump dan Wakil Presiden terpilih Mike Pence (foto: dok).

Presiden terpilih AS Donald Trump dan Mike Pence mengadakan pertemuan mengenai jabatan-jabatan penting dalam pemerintahan mereka, Selasa (15/11).

Presiden terpilih Amerika Donald Trump dan Wakil Presiden terpilih Mike Pence Selasa (15/11) mengadakan pertemuan mengenai jabatan-jabatan penting dalam pemerintahan mereka, sementara para pembantu mereka mengisyaratkan mantan walikota New York Rudy Giuliani mungkin akan ditunjuk sebagai Menlu.

Trump dan Pence harus mengisi lebih dari 4.000 pekerjaan dalam pemerintah Amerika sementara mereka bersiap-siap untuk menjabat tanggal 20 Januari, tapi prioritas mereka mereka adalah mengisi jabatan Menteri Luar Negeri, Menteri Pertahanan, Jaksa Agung dan pimpinan Keamanan Dalam Negeri. Semuanya adalah posisi yang menampilkan wajah pemerintah kepada dunia dan membantu memimpin perang Amerika melawan aksi teror.

Rudy Giuliani usia 72 sebelumnya tidak punya pengalaman kebijakan luar Negeri; tapi pembantu-pembantu Trump mengatakan ia muncul sebagai favorit untuk menjadi Menlu. Giuliani adalah pendukung setia Trump selama pencalonan panjang miliarder itu sebagai presiden yang berakhir dengan kemenangan mengejutkan minggu lalu. Ia sering tampil dalam acara-acara berita di televisi untuk mendukung pencalonan Trump.

Giuliani yang gaya bicaranya blak-blakan mendapat perhatian nasional selama jabatannya sebagai walikota New York lebih dari satu dekade lalu. Bagi banyak warga Amerika ia menjadi simbol tekad Amerika dalam perang melawan terorisme Islamis setelah serangan teroris di New York dan Washington yang menewaskan hampir 3.000 orang.

Ketika itu ia mengatakan, “Esok hari New York akan tetap ada di sini, dan kita akan membangunnya kembali, lebih kuat dari sebelumnya.. Saya ingin warga New York menjadi contoh bagi negara dan dunia bahwa aksi teror tidak akan menghentikan kita.”

Meski demikian penunjukan Giuliani belum pasti. Pembantu-pembantu Trump mengatakan Presiden terpilih itu juga mempertimbangkan nama-nama lain, termasuk John Bolton, mantan diplomat berhaluan keras yang pernah menjadi Duta Besar AS untuk PBB di bawah pemerintahan George W. Bush.

Bolton kerap mengecam kebijakan luar negeri Presiden Barack Obama di televisi dengan mengatakan Obama telah menurunkan martabat Amerika dalam kancah dunia.

Media-media Amerika mengatakan bahwa seorang pendukung lain Trump dalam kampanye pemilu Jenderal Purnawirawan Angkatan Darat Michael Flynn, yang pernah memimpin Badan Intelijen Pertahanan Amerika mungkin dipilih sebagai penasehat keamanan nasional.

Senator dari negara bagian Alabama, Jeff Sessions penasehat Trump pada awal kampanye, mungkin ditunjuk menjadi menteri pertahanan atau jaksa agung, jabatan tertinggi hukum di Amerika. [my/ds]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG