Tautan-tautan Akses

AS

Trump Paparkan Kebijakan Luar Negeri


Kandidat calon presiden AS Donald Trump dalam kampanye di Tucson, Arizona (19/3). (AP/Ross D. Franklin)

Kandidat calon presiden AS Donald Trump dalam kampanye di Tucson, Arizona (19/3). (AP/Ross D. Franklin)

Dalam dua wawancara dengan New York Times, Trump memberikan gambaran penuh kebijakan dan inisiatif apa yang akan dilakukannya jika ia terpilih sebagai presiden.

Kandidat calon presiden unggulan Partai Republik Donald Trump menjabarkan kebijakan luar negerinya dalam wawancara panjang dengan suratkabar the New York Times.

Dalam dua wawancara melalui telepon selama sekitar 100 menit, Trump memberikan gambaran penuh kebijakan dan inisiatif apa yang akan dilakukannya jika ia terpilih sebagai presiden.

Trump mengatakan akan mengancam untuk berhenti membeli minyak mentah dari Arab Saudi dan sekutu-sekutu Arab lain kecuali jika mereka menunjukkan komitmen mengirim pasukan darat untuk melawan kelompok Negara Islam (ISIS), atau “mengembalikan secara substansial” kepada Amerika yang telah memerangi kelompok militan itu.

Trump juga mempertimbangkan untuk merundingkan kembali banyak perjanjian fundamental dengan sekutu-sekutu Amerika, termasuk perjanjian keamanan dengan Jepang, dengan memberikan syarat-syarat yang lebih menguntungkan bagi Amerika.

Ditambahkannya, hal ini akan mencakup ijin yang memperbolehkan Jepang dan Korea Selatan membangun sendiri persenjataan nuklir mereka, meminta kedua negara itu memberi kompensasi yang lebih baik bagi Amerika atas perjanjian keamanan yang didukung oleh angkatan bersenjata Amerika dan menciptakan alternatif badan seperti NATO untuk memusatkan perhatian pada kontra-teroris.

Trump juga mengatakan akan mempertimbangkan untuk menggunakan isu perdagangan guna menekan ekspansi klaim wilayah China di Laut China Selatan.

Trump tidak mengesampingkan upaya mata-mata terhadap sekutu-sekutu Amerika, dan ia mengecam perjanjian nuklir Iran dengan mengatakan hal itu jelas menuju arah yang salah karena mencabut pembekuan aset-aset Iran yang bernilai sekitar US$150 milyar, tetapi tidak mencabut sanksi yang melarang sebagian besar perusahaan Amerika untuk melakukan perjanjian perdagangan dengan Iran. [em]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG