Tautan-tautan Akses

AS

Trump Mungkin Tunjuk Miliarder AS sebagai Menteri Perdagangan


Presiden terpilih AS, Donald Trump bersama miliarder Wilbur Ross (kanan), setelah pertemuan mereka di Bedminster, New Jersey, Minggu (20/11).

Presiden terpilih AS, Donald Trump bersama miliarder Wilbur Ross (kanan), setelah pertemuan mereka di Bedminster, New Jersey, Minggu (20/11).

Miliarder investor Wilbur Ross dikatakan akan ditunjuk presiden terpilih Donald Trump untuk menjadi menteri perdagangan, demikian menurut berita yang tidak menyebut sumbernya.

Miliarder AS, Wilbur Ross yang berusia 78 tahun adalah pemimpin perusahaan ekuitas swasta, yang dikenal dalam lingkungan keuangan sebagai “raja kebangkrutan” karena kerap membeli dan memulihkan perusahaan-perusahan yang merugi menjadi perusahaan yang memperoleh keuntungan.

Sebagai menteri perdagangan, Ross akan mewakili bisnis Amerika di dalam dan di luar negeri. Ross akan memimpin departemen yang melaksanakan tujuan presiden mendatang untuk senantiasa melindungi pekerja Amerika dan menentang globalisasi selama bertahun-tahun yang terutama menguntungkan perusahaan-perusahaan multinasional.

Setelah mengembangkan keahlian sebagai bankir bidang kebangkrutan dan restrukturisasi perusahaan, Ross meluncurkan WL Ross tahun 2000 dan memperoleh sebagian kekayaannya dengan menanamkan investasi pada pabrik-pabrik bermasalah pada sektor industri di bagian tengah Amerika, kadang-kadang mendapatkan keuntungan dengan mengurangi tunjangan bagi karyawan.

Trump mendapat dukungan kuat dari para pemilih di bagian tengah Amerika karena berjanji akan menciptakan lebih banyak lapangan kerja pepabrikkan manufaktur (perpabrikan) lewat negosiasi-ulang perjanjian-perjanjian perdagangan dan mengenakan hukuman terhadap pabrik-pabrik yang mengalihdayakan pekerjaan ke negara-negara lain.

Sejumlah pengecam kritikus menuduh Ross kadang-kadang merestrukturisasi perusahaan-perusahaan yang merugi dengan mengabaikan keselamatan pekerja. Dalam satu kasus, tahun 2006 lalu 12 pekerja tambang tewas di sebuah tambah milik Ross di Sago, West Virginia. Tim inspeksi keselamatan federal mengatakan tambang batu bara itu telah melakukan 208 pelanggaran. Ross mengatakan ia tahu tentang pelanggaran itu tetapi manajemen tambang telah meyakinkannya bahwa tambang itu “aman”. [em/ds]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG