Tautan-tautan Akses

AS

Donald Trump Mulai Susun Kabinet


Presiden-terpilih Donald Trump (tengah) bersama Reince Priebus (kanan) disaksikan oleh Wapres terpilih Mike Pence (foto: dok).

Presiden-terpilih Donald Trump (tengah) bersama Reince Priebus (kanan) disaksikan oleh Wapres terpilih Mike Pence (foto: dok).

Presiden terpilih Donald Trump mulai menyusun kabinetnya menjelang pelantikan 20 Januari mendatang. Susunan kabinet Trump itu dapat menjadi indikasi arah pemerintahan AS mendatang.

Presiden terpilih Donald Trump hari Minggu (13/11) mengumumkan bahwa Ketua Komite Nasional Partai Republik Reince Priebus akan menjadi Kepala Staf Gedung Putih, atau pembantu terdekat presiden. Trump juga mengumumkan eksekutif media sayap kanan Stave Bannon sebagai kepala dan penasihat strategisnya. Trump menyebut keduanya sebagai “pemimpin yang berkualifikasi tinggi”.

Tokoh lain yang dilaporkan sedang dipertimbangkan untuk jabatan-jabatan senior antara lain mantan walikota New York Rudy Giuliani sebagai jaksa agung dan senator Alabama Jeff Sessions sebagai menteri pertahanan.

“NATO penting bagi Amerika,” kata Senator Sessions.

“Apapun jabatan itu saya ingin membahasnya dengan presiden terpilih. Tapi jabatan itu haruslah jabatan di mana saya bisa sungguh-sungguh membantunya," ujar Giuliani.

Dalam beberapa hari mendatang, warga Amerika akan mengetahui tim yang akan dibawa presiden terpilih Donald Trump ke Washington DC ketika ia dilantik pada 20 Januari nanti.

Pelantikan memang masih dua bulan lagi, tetapi Donald Trump harus memilih siapa yang akan menentukan arah pemerintahannya dan dampak atas kinerjanya.

“Kabinet ini akan sangat luar biasa, diisi oleh orang-orang yang tepat untuk melakukan pekerjaan ini, yang memahami dengan jelas apa tujuan yang ingin dicapai. Trump telah menjabarkannya kepada mereka dengan sangat spesifik,” ungkap Kellyane Conway.

Kellyane Conway, ketua tim kampanye Trump, dinilai akan menjadi pilihan logis sebagai juru bicara Gedung Putih. Ia mengatakan Trump hanya akan memusatkan perhatian pada hasil yang akan dicapai.

“Tidak ada lagi alasan. Kita punya seorang presiden Republik, menguasai DPR dan Senat. Jadi ini jelas merupakan mandat dari rakyat untuk menyelesaikan masalah yang ada, dan Trump akan melakukan hal ini,” tambah Conway.

Meskipun demonstrasi menentang Trump masih terus terjadi di sejumlah kota, para anggota Kongres dari Partai Demokrat tidak mengesampingkan kemungkinan bekerjasama dengan presiden baru itu dalam isu-isu tertentu.

“Kita ingin melihat pembangunan infrastruktur juga. Kita perlu membangun semuanya mulai dari broadband fiber-optik di daerah-daerah pedalaman dan perkotaan. Ini program yang sangat bermanfaat. Kita akan melihat apakah ia benar-benar mewujudkan hal itu,” papar Ellison.

Tetapi anggota-anggota Partai Demokrat juga khawatir tentang janji-janji lain Trump semasa kampanye, seperti mendeportasi sejumlah besar imigran illegal dan memberlakukan pemangkasan pajak terbesar dalam sejarah Amerika, yang akan benar-benar mereka tentang. . Tidak ada yang tahu apa langkah pertama Trump sebagai presiden, tetapi tim yang dibentuknya sekarang mungkin bisa memberi petunjuk. [em/ii]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG