Tautan-tautan Akses

Trump Mulai Bertemu dengan Pemimpin Dunia


Donald Trump bertemu dengan Presiden Barack Obama di Gedung Putih hari Kamis (10/11).

Donald Trump bertemu dengan Presiden Barack Obama di Gedung Putih hari Kamis (10/11).

Donald Trump bertemu dengan Presiden Barack Obama di Gedung Putih hari Kamis (10/11), untuk memulai pengalihan kekuasaan secara bertahap.

Presiden terpilih Amerika Donald Trump mengambil langkah-langkah pertama sebagai persiapannya memangku jabatan presiden, termasuk meyakinkan beberapa sekutu Amerika mengenai komitmen keamanan terkait pernyataan-pernyataan yang ia kemukakan di tengah kampanyenya.

Trump yang berasal dari partai Republik dijadwalkan bertemu dengan Presiden Barack Obama hari Kamis (10/11), untuk memulai pengalihan kekuasaan secara bertahap agar Trump siap diambil sumpahnya pada 20 Januari mendatang.

Obama giat berkampanye bagi Clinton dan hari Rabu mengakui bahwa kalah merupakan hal berat.

“Bukan rahasia bahwa presiden terpilih dan saya memiliki perbedaan pendapat yang cukup signifikan. Tetapi ingat, delapan tahun silam, Presiden Bush dan saya memiliki perbedaan pendapat yang juga cukup signifikan. Tetapi tim Presiden Bush profesional dan ramah memastikan kami menjalani proses transisi yang mulus,” jelas Obama.

Obama mengatakan ia akan membantu Trump dan memerintahkan tim Gedung Putih agar “bekerja sekeras mungkin untuk memastikan keberhasilan transisi ini bagi presiden terpilih.”

Menteri Luar Negeri John Kerry menyebut tradisi pergantian kepemimpinan secara damai ini sewaktu ia menyampaikan ucapan selamat kepada Trump hari Kamis dan mengharapkan keberhasilan Trump dalam menangani berbagai tantangan besar yang akan ia hadapi.

“Dengan transisi seperti ini, isu-isu yang kita hadapi tidak lenyap,” kata Kerry dalam lawatannya di Selandia Baru. “Apa yang kita gunakan dalam menghadapinya adalah nilai-nilai yang sama, sehari setelah pemilu maupun sehari sebelumnya.”

Bertemu PM Jepang pekan depan

Kepala Sekretaris Kabinet Jepang Yoshihide Suga Kamis mengatakan bahwa Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe akan bertemu dengan Trump pekan depan di New York.

Ini adalah pertemuan pertama Trump dengan seorang pemimpin asing sejak memenangi pemilihan presiden hari Selasa.

Suga mengatakan bahwa kedua orang itu berbicara hari Rabu melalui telepon setelah kemenangan Trump. Keduanya menyatakan berkomitmen untuk melanjutkan kerjasama Amerika-Jepang mengenai keamanan Asia-Pasifik.

Selama kampanyenya, Trump mengatakan Amerika mungkin akan menarik pasukannya dari pangkalan-pangkalan asing, termasuk Jepang, jika sekutu-sekutu Amerika yang ditempati pasukan tersebut tidak membayar biaya penempatan mereka.

Surat kabar Jepang Asahi Shimbun mengutip seorang mantan menteri pertahanan Jepang yang mengatakan “mustahil” bagi negara itu untuk membayar seluruh biayanya dan bahwa, meskipun kemungkinan besar pasukan Amerika tidak akan ditarik keluar, “kita harus bersiap-siap menghadapi skenario tersebut.”

Menurut Japan Times, tahun ini Jepang akan membayar kurang dari setengah biaya penempatan pasukan Amerika di sana.

Para pemimpin Asia-Pasifik lainnya

Trump juga dilaporkan meyakinkan sekutu lainnya di kawasan bahwa Amerika tidak akan melepaskan dukungannya pada waktu ia mulai menjabat presiden, terlepas dari retorika kampanyenya.

Kantor presiden Korea Selatan Park Geun-hye mengatakan Trump juga berjanji bahwa Amerika akan bersama Korea Selatan selamanya, dalam suatu percakapan telepon hari Kamis. Dalam sebuah pernyataan, kantor Park mengatakan ia menyebutkan aliansi kedua negara itu sekarang ini untuk menangkis ancaman militer Korea Utara.

“Kita akan aman bersama,” kata Trump yang dikutip pernyataan itu.

Menurut Perdana Menteri Malcolm Turnbull, keduanya secara singkat membahas riwayat kerjasama militer Amerika-Australia, dan Turnbull juga menjelaskan mengapa Australia mendukung ratifikasi perjanjian perdagangan Kemitraan Trans-Pasifik (TPP).

Trump menjadikan tentangannya terhadap perjanjian perdagangan seperti TPP sebagai landasan kampanyenya. Ia menyebut TPP merupakan “bencana yang telah terjadi dan didesakkan oleh kepentingan-kepentingan khusus yang ingin menjarah negara kita.” [uh]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG