Tautan-tautan Akses

AS

Trump Kembali Kecam Drama Musik Broadway 'Hamilton'


Wakil Presiden terpilih AS, Mike Pence (tengah) melambai saat meninggalkan gedung Richard Rodgers Theatre tempat dimainkannya drama musik "Hamilton" di Manhattan, New York, Jumat (18/11).

Wakil Presiden terpilih AS, Mike Pence (tengah) melambai saat meninggalkan gedung Richard Rodgers Theatre tempat dimainkannya drama musik "Hamilton" di Manhattan, New York, Jumat (18/11).

Donald Trump untuk kedua kalinya mengecam para pemain drama musik Broadway “Hamilton” dan menuntut permintaan maaf kepada wakil presiden terpilih Mike Pence.

Presiden terpilih Donald Trump – yang sedang membentuk kabinetnya – hari Minggu (20/11) untuk kedua kalinya mengecam para pemain drama musik Broadway “Hamilton” dan menuntut permintaan maaf atas pesan yang disampaikan seorang aktor di atas panggung kepada wakil presiden terpilih Mike Pence. Tetapi Pence mengatakan ia tidak tersinggung dengan pesan tersebut.

Pence – dalam wawancara dengan “Fox News Sunday” - mengatakan ia mendengar ejekan dan pujian ketika berjalan menuju Richard Rodgers Theatre dengan putri dan keponakannya Jum'at malam (18/11) untuk menonton pertunjukan itu. Ia mengatakan kepada putrinya “inilah bentuk suara kebebasan”.

Tapi Trump melihat pesan yang disampaikan anggota teater musik Brandon Victor Dixon itu secara berbeda. Dixon menyatakan keprihatinannya dalam pidato yang sudah dipersiapkan sebelumnya, setelah diberitahu tentang kedatangan tokoh pemerintahan Republik itu.

“Kami – Amerika yang sangat beragam – sangat khawatir dan cemas jika pemerintah baru Anda tidak melindungi kami, planet kita, anak-anak kita, orang tua kita atau melindungi kami dan menjunjung hak-hak mutlak kami”, ujar Dixon, yang memerankan tokoh Aaron Burr – wakil presiden ketiga Amerika. Ketika Dixon membacakan pidatonya, rekan-rekannya saling bergandeng tangan. Ditambahkannya, “kami sangat berharap agar pertunjukkan ini akan mengilhami Anda untuk menjunjung tinggi nilai-nilai Amerika dan bekerja demi kita semua”.

Trump hari Sabtu (19/11) menulis pesan di akun Twitter-nya bahwa Pence telah “dilecehkan” oleh para pemain teater itu. Ia menyebut mereka “sangat kasar” dan menuntut permohonan maaf. Ketika menunggu pertemuan hari kedua dengan sejumlah calon anggota kabinetnya hari Minggu (20/11), Trump kembali mengulangi tuntutan permintaan maaf itu dan menambahkan kritik terhadap pertunjukkan teater musik yang tiketnya sudah laku terjual hingga September 2017 mendatang.

“Para pemain dan produser “Hamilton” - yang saya dengar tidak begitu terkenal - seharusnya segera minta maaf pada Mike Pence atas perlakuan kasar mereka”, tweet Trump.

Tetapi Pence mengatakan kepada Fox News bahwa “Hamilton” adalah “ pertunjukan yang sangat luar biasa” yang melibatkan sejumlah pemain yang sangat berbakat. Ditanya apakah mereka perlu minta maaf, Pence mengatakan “terserah pada pihak lainnya apakah teater itu merupakan tempat yang layak untuk menyampaikan pesan”.

Sementara itu, menanggapi pernyataan Trump di Twitter, Dixon membalas pula lewat Twitter bahwa “pembicaraan bukan pelecehan, Tuan”, dan menambahkan bahwa ia menghargai Pence yang mendengarkan pernyataannya.

Drama musik “Hamilton” yang ditulis, digubah dan disutradarai oleh Lin-Manuel Miranda ini memusatkan perhatian pada seorang anak yatim piatu, imigran yang menjadi nenek moyang menteri keuangan Amerika yang pertama– Alexander Hamilton – dan diiringi sejumlah lagu dengan beragam aliran, mulai dari pop hingga gospel dan R&B. “Hamilton” telah dipuji karena mempertunjukkan sejarah pendirian amerika dengan pemeran yang berasal dari beragam budaya. [em/ii]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG