Tautan-tautan Akses

AS

Trump Janji Batalkan Kesepakatan TPP pada Hari Pertama Menjabat


Dalam pesan video yang diunggah di YouTube hari Senin (21/11), Trump menyebut TPP merupakan “potensi bencana” bagi Amerika. (Foto: videograb)

Dalam pesan video yang diunggah di YouTube hari Senin (21/11), Trump menyebut TPP merupakan “potensi bencana” bagi Amerika. (Foto: videograb)

Sepanjang kampanye presiden, Trump menentang TPP, yang melibatkan 12 negara Asia-Pasifik, serta Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Utara dengan Kanada dan Meksiko atau NAFTA.

Presiden terpilih Donald Trump mengatakan pada hari pertamanya di Gedung Putih ia akan mengeluarkan pemberitahuan resmi bahwa Amerika Serikat menarik diri dari kesepakatan perdagangan Trans-Pacific Partnership (TPP) atau Kemitraan Trans-Pasifik, yang menurutnya sebagai bagian dari serangkaian langkah berdasarkan fokus untuk “mengedepankan Amerika.”

Dalam pesan video yang diunggah di YouTube hari Senin (21/11), Trump menyebut TPP merupakan “potensi bencana” bagi Amerika.

“Alih-alih, kita akan merundingkan kesepakatan perdagangan bilateral yang adil yang membawa kembali lapangan kerja dan industri ke Amerika,” katanya.

Trump hari selasa melanjutkan bertemu di New York dengan lebih banyak kandidat untuk mengisi jabatan-jabatan penting dalam pemerintahannya dan para pakar mengenai isu kebijakan yang dihadapi Amerika. Selain itu Trump juga mengadakan makan siang dengan para editor The New York Times, yang menurut Trump artikel-artikelnya sering salah atau tidak adil.

Sepanjang kampanye presiden, Trump menentang TPP, yang melibatkan 12 negara Asia-Pasifik, serta Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Utara dengan Kanada dan Meksiko atau NAFTA. Dia membanggakan kemampuan negosiasinya dan mengatakan akan mendapatkan kesepakatan baru yang menguntungkan Amerika.

Para menteri dari negara-negara TPP menandatangani perjanjian pada bulan Februari 2016, dan mengatakan tujuan mereka adalah “meningkatkan kemakmuran bersama, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan pembangunan ekonomi berkelanjutan bagi semua negara anggota.”

Presiden Barack Obama mendukung perjanjian tersebut, namun Kongres belum memberikan persetujuan yang diperlukan bagi Amerika Amerika untuk secara resmi bergabung dengan kemitraan itu.

Tanpa Amerika TPP tidak dapat berlaku. Itu karena sebuah ketentuan yang mengatakan diperlukan persetujuan dari ke 12 penandatangannya, atau oleh sekurangnya enam negara yang mencakup 85 % dari keseluruhan produk domestik bruto kelompok itu. Amerika mewakili 60 % GDP seluruh kelompok itu, sehingga tidak mungkin mencapai batas 85 % tanpa partisipasi Amerika.

Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe hari Selasa (22/11) mengatakan TPP “tidak ada artinya tanpa Amerika”.

“Ini akan mengacaukan imbangan dasar manfaat, sehingga juga membuat perundingan ulang tidak mungkin dilakukan” katanya.

Perdana Menteri Selandia Baru, John Key mengatakan sikap Trump mengecewakan tapi ada alternatif yang tersedia, termasuk ke 11 negara lain mencapai perjanjian perdagangannya sendiri.

“ Ia berkampanye menentang TPP tapi Amerika tidak berdiri sendiri di dunia” kata Key mengenai Trump. “Amerika tidak bisa diam saja dan mengatakan tidak akan melakukan perdagangan dengan negara-negara lain di dunia”.

Pemerintahan Obama memuji TPP menguntungkan bagi para pekerja di Amerika dan 11 negara lainnya karena standar baru upah, jam kerja, dan kondisi kerja dan larangan buruh anak-anak. Para pejabat juga mengatakan perusahaan-perusahaan Amerika, khususnya usaha kecil, akan dengan mudah memperluas ekspor mereka berkat penghapusan bea cukai, dan perjanjian itu akan memperkokoh standar transparansi, anti korupsi, dan perlindungan lingkungan.

Janji-janji yang disampaikan Trump hari Senin mengenai apa yang akan dilakukannya setelah ia mulai menjabat dua bulan lagi tidak menyebut pembangunan tembok di perbatasan Amerika-Meksiko untuk mencegah arus migran gelap masuk ke Amerika.

Presiden terpilih itu mengatakan bahwa pada hari pertamanya menjabat ia akan memerintahkan kepada Departemen Tenaga Kerja untuk menyelidiki “penyalahgunaan program Visa yang merugikan pekerja Amerika” dan meminta Departemen Pertahanan untuk mengajukan sebuah rencana untuk menjaga keamanan infratrusktrur Amerika dari “serangan-serangan dunia maya dan bentuk serangan-serangan lain.”

Trump juga akan membatalkan peraturan-peraturan yang menarget industri energi termasuk yang menyangkut batu bara bersih, yang dikatakannya akan menciptakan “jutaan pekerjaan yang dibayar mahal. Itu yang kita inginkan dan kita nantikan”.

Sebagai bagian dari rencananya untuk mereformasi pemerintah, Trump mengatakan untuk setiap UU baru, ia ingin menghapuskan dua yang sudah ada.

Ia mengatakan tim transisinya bekerja “sangat mulus, efisien, dan efektif” dan masih bertemu dengan sejumlah orang yang dipertimbangkan untuk mengisi jabatan dalam pemerintahan mendatang.

Diantara mereka yang bertemu trump hari Selasa di New York adalah bekas gubernur Texas, Rick Perry yang sempat menjadi kandidat Partai Republik tahun lalu dan dalam sebuah debat menuduh Trump bergantung pada ketenarannya dari pada nilai-nilai konservatif untuk menarik pemilih. Perry dilaporkan dipertimbangkan untuk salah satu dari beberapa jabatan termasuk menteri pertahanan atau pertanian.

Anggota Kongres Partai Demokrat dari Hawaii, Tulsi Gabbard juga bertemu dengan Trump. Ia sebelumnya mendukung Bernie Sanders selama upaya Sanders dalam pencalonan Partai demokrat melawan Hillary Clinton, tapi setuju dengan tentangan Trump untuk meningkatkan keterlibatan militer Amerika di Suriah.

Pembantu penting Trump, Kellyanne Conway mengatakan tidak semua yang bertemu dengan Trump akan menjabat tapi “Mereka semua sangat penting dalam menawarkan pandangan-pandangan, pengalaman dan tentunya visi mereka bagi Amerika.”

Trump berencana meninggalkan kota New York hari Selasa atau Rabu untuk melewatkan hari raya Thanksgiving di resornya di Florida. [my/ds]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG