Tautan-tautan Akses

AS

Trump, Clinton Saling Serang Soal Keamanan Nasional


Kandidat presiden AS dari Partai Demokrat, Hillary Clinton, menyapa pendukungnya dalam kampanye di Johnson C. Smith University di Charlotte, North Carolina (8/9). (AP/Andrew Harnik)

Kandidat presiden AS dari Partai Demokrat, Hillary Clinton, menyapa pendukungnya dalam kampanye di Johnson C. Smith University di Charlotte, North Carolina (8/9). (AP/Andrew Harnik)

Clinton mencemooh "rencana rahasia " Trump untuk mengalahkan ISIS. Dia mengatakan itu rahasia karena Trump sebetulnya tidak punya rencana.

Calon presiden dari Partai Republik Donald Trump dan saingannya Hillary Clinton dari Partai Demokrat saling mengkritik dengan keras, sehari setelah sebuah forum yang disiarkan melalui televisi mengenai keamanan nasional menempatkan masing-masing calon dalam sorotan yang tajam.

Tampil di sebuah sekolah di Cleveland, Ohio, Trump mengatakan penampilan Clinton Rabu malam (7/9) itu lebih membuktikan bahwa dia tidak cocok menjadi Panglima Tertinggi. Trump mengatakan Clinton terus menolak bertanggung jawab atas kebijakannya “yang gagal” di Timur Tengah sebagai menteri luar negeri.

Dia menyebut Clinton "sangat senang" menyerang negara-negara dan menggulingkan rezim, sehingga mengakibatkan "kehancuran dan kematian" di Libya, Irak, dan Suriah.

Ketika menjadi menlu, Clinton menjalankan usaha kriminal, kata Trump, dengan memberikan hadiah kepada para donor Yayasan Amal Clinton, dan menuduh Clinton menghancurkan telepon dengan palu untuk menyembunyikan bukti dari para penyelidik.

Trump mengisyaratkan bahwa orang-orang yang mendukung Clinton sebagai presiden adalah "orang goblok."

Clinton mengatakan dalam rapat umum di Charlotte, North Carolina bahwa komentar Trump bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin "jauh lebih baik" sebagai seorang pemimpin dibandingkan Presiden Barack Obama "mengejutkannya."

"Itu bukan hanya tidak patriotik, bukan hanya menghina Presiden yang memegang jabatan. Itu menakutkan, dan berbahaya," katanya.

Clinton juga mencemooh yang disebut "rencana rahasia " Trump untuk mengalahkan kelompok militan Negara Islam (ISIS). Dia mengatakan itu rahasia karena Trump sebetulnya tidak punya rencana. Clinton mencela Trump karena berkomentar di depan umum Rabu malam mengenai arahan rahasia tentang keamanan nasional yang diberikan kepada para calon presiden. [sp/isa]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG