Tautan-tautan Akses

Trump, Clinton, Nyatakan Dukungan bagi Israel

  • Jim Malone

Kandidat Capres AS dari partai Republik, Donald Trump saat berbicara di hadapan Komite Urusan Publik Amerika-Israel (AIPAC) yang berpengaruh di Verizon Center, Washington, Senin (21/3).

Kandidat Capres AS dari partai Republik, Donald Trump saat berbicara di hadapan Komite Urusan Publik Amerika-Israel (AIPAC) yang berpengaruh di Verizon Center, Washington, Senin (21/3).

Bakal calon presiden terdepan dari Partai Republik Donald Trump menuai protes dan sorak-sorai saat berpidato di hadapan Komite Urusan Publik Amerika-Israel, atau AIPAC, yang berpengaruh di Washington, Senin (21/3).

Seperti yang dilaporkan koresponden Nasional VOA Jim Malone, Trump adalah salah satu dari empat calon presiden yang berpidato pada konferensi yang difokuskan pada penguatan hubungan AS dengan Israel itu.

Dari awal, Donald Trump berusaha untuk meyakinkan orang-orang AIPAC bahwa dia adalah teman sejati Israel. "Saya pendatang baru di politik, tetapi sudah lama mendukung negara Yahudi," katanya.

Trump mengatakan jika terpilih ia akan memindahkan kedutaan AS ke Yerusalem dan akan membatalkan kesepakatan nuklir dengan Iran yang dibuat oleh pemerintahan Obama.

"Prioritas nomor satu saya adalah mencopot kesepakatan yang buruk itu dengan Iran. Saya sudah lama berbisnis. Saya tahu cara membuat perjanjian dan saya beritahu Anda, kesepakatan ini merupakan bencana bagi Amerika, bagi Israel dan bagi seluruh Timur Tengah," ujar Trump.

Di luar arena itu, berbagai demonstran anti-Trump berkumpul, termasuk Eleanor Goldfield dari Occupy.com.

"Saya sudah banyak mendengar apa yang dikatakan Trump dan itu hanya kebencian, kefanatikan, rasisme dan fasisme, dan saya tidak tertarik mendengarnya lagi," kata Eleanor Goldfield.

Tapi para pendukung Trump juga berada di sana, termasuk Rabbi Aaron Mehlman. "Saya suka Trump. Menurut saya, dia orang yang hebat, akan baik bagi negara, baik bagi dunia, dan akan menggunakan taktik tangan besi," kata Mehlman.

Kandidat terdepan partai Demokrat Hillary Clinton berbicara di konferensi itu, berjanji akan menjadi pendukung kuat bagi keamanan Israel jika terpilih. Dan dia mengecam beberapa pernyataan Trump sebelumnya.

"Ya, kita perlu sikap yang tegas. Bukan presiden yang mengatakan dia netral pada hari Senin, pro-Israel pada hari Selasa dan siapa yang tahu pada hari Rabu karena semua bisa dinegosiasikan. Nah, teman-teman, keamanan Israel tidak bisa dinegosiasikan," kata Hillary Clinton.

Saingan Trump di partai Republik, Ted Cruz, juga berbicara. "Siangan Republik terkuat saya telah berjanji bahwa dia, sebagai presiden, akan netral antara Israel dan Palestina. Nah, saya akan memperjelas, sangat jelas, sebagai presiden saya tidak akan netral," ujarnya.

Kandidat partai Republik lainnya, gubernur Ohio John Kasich juga tampil. "Saya pikir bisa dikatakan bahwa dukungan saya dan persahabatan dengan mitra strategis kita, Israel, telah tegas dan teguh selama lebih dari 35 tahun kehidupan profesional saya," kata John Kasich.

Kandidat Demokrat Bernie Sanders adalah satu-satunya pesaing Gedung Putih yang tidak berbicara di hadapan AIPAC. Dia sibuk berkampanye di kawasan barat Amerika. [as/ab]

XS
SM
MD
LG