Tautan-tautan Akses

AS

Trump dan Clinton Persoalkan Kredensial Keamanan Nasional


Calon presiden AS dari Partai Demokrat Hillary Clinton dan pesaingnya dari Partai Republik, Donald Trump.

Calon presiden AS dari Partai Demokrat Hillary Clinton dan pesaingnya dari Partai Republik, Donald Trump.

Clinton dan Trump akan berhadapan untuk pertama kalinya dalam perdebatan tatap muka pada tanggal 26 September.

Menjelang tiga perdebatan mereka, calon presiden AS dari Partai Demokrat Hillary Clinton dan pesaingnya dari Partai Republik, Donald Trump, akan tampil di panggung yang sama Rabu malam (7/9), membicarakan keamanan nasional.

Clinton dan Trump akan muncul secara terpisah di sebuah forum yang disponsori oleh NBC News dan menjawab pertanyaan dari hadirin, terutama dari para veteran dan tentara Amerika yang masih berdinas aktif.

Keduanya telah menggunakan waktu untuk saling melontarkan penghinaan dan saling tuduh bahwa lawannya tidak memenuhi syarat untuk menjadi Panglima tertinggi dan tidak memiliki kesabaran dan temperamen yang diperlukan untuk menangani krisis global.

Beberapa jam sebelum forum NBC dimulai, Trump mengumumkan rencananya bagi angkatan bersenjata Amerika.

"Saya akan membuat militer kita sangat besar, sangat kuat, sehingga tidak ada, yang akan berani main-main dengan kita," kata Trump dalam laman kampanyenya.

Dia kemudian mengatakan kepada hadirin di Philadelphia bahwa dia akan memberi waktu untuk para panglima perang Amerika 30 hari untuk mengajukan rencana guna mengalahkan militan Negara Islam (ISIS), setelah mengatakan pekan ini bahwa dia mempunyai "rencana rahasia” untuk itu.

Clinton mengejek pernyataan Trump, dengan mengatakan "rahasianya adalah, bahwa dia tidak mempunyai rencana."

Clinton mengatakan para pemilih Amerika "tahu mereka bisa mengandalkan saya untuk menjadi Panglima tertinggi yang akan melindungi negara dan tentara kita, dan mereka tahu bahwa mereka tidak bisa mengandalkan Donald Trump. Mereka melihat dia sebagai bahaya dan risiko."

Trump mengatakan, Clinton yang menjadi menteri luar negeri Amerika dari tahun 2009 sampai 2013 meninggalkan Timur Tengah dalam keadaan "lebih kacau dibanding sebelumnya."

"Dia sangat tidak stabil, dan suka menembak lebih dulu,” kata Trump.

Trump juga menuduh Clinton "sembrono" dalam menangani e-mailnya ketika dia menjadi menteri.

Para penyelidik Amerika menyimpulkan Clinton "sangat ceroboh" dalam menangani dokumen-dokumen keamanan nasional, tapi memutuskan tidak akan melancarkan tuduhan kriminal terhadapnya.

Clinton dan Trump akan berhadapan untuk pertama kalinya dalam perdebatan tatap muka pada tanggal 26 September. Ini adalah yang pertama dari tiga perdebatan yang dijadwalkan dalam minggu-minggu sebelum pemilu tanggal 8 November, untuk memilih pengganti Presiden Barack Obama. [sp/isa]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG