Tautan-tautan Akses

Trump dan Clinton Bersaing Galang Suara Minoritas


Kandidat Partai Demokrat Hillary Clinton dan kandidat Partai Republik Donald Trump bersaing menggalang dukungan kelompok-kelompok minoritas (foto: ilustrasi).

Kandidat Partai Demokrat Hillary Clinton dan kandidat Partai Republik Donald Trump bersaing menggalang dukungan kelompok-kelompok minoritas (foto: ilustrasi).

Dengan hanya dua setengah bulan tersisa sebelum pemilu presiden berlangsung, kandidat Partai Demokrat dan kandidat Partai Republik bersaing menggalang dukungan kelompok-kelompok minoritas.

Donald Trump berusaha membujuk warga Amerika keturunan Afrika untuk menentang saingannya, Hillary Clinton, yang selama ini paling banyak mendapat dukungan mereka. Trump juga memperlunak pendiriannya mengenai imigran Hispanik yang ilegal dengan mengatakan bahwa tidak semuanya akan dideportasi.

Selama sepekan terakhir, Trump berjanji untuk menyediakan pendidikan dan pekerjaan yang lebih baik bagi warga Amerika keturunan Afrika dan untuk menghidupkan kembali kota-kota terkucil yang kualitas kehidupannya memburuk di mana kebanyakan mereka tinggal. Pada sebuah kampanye di Manchester, New Hampshire, Kamis, Trump menuding Partai Demokrat tidak mempedulikan nasib kelompok-kelompok minoritas di AS.

"Inilah tahun ketika orang-orang yang selama ini dikhianati kebijakan-kebijakan Partai Demokrat, termasuk jutaan warga negara Amerika keturunan Afrika dan keturunan Hispanik, menolak politisi-politisi yang telah berulangkali mengecewakan mereka," kata Trump.

Banyak pemilih dari kelompok-kelompok minoritas menolak Trump, namun sejumlah di antara mereka bersedia memberi Trump kesempatan, termasuk Marc Burns dari New York.

"Karena kami butuh pekerjaan. Keluarga-keluarga kulit hitam di negara ini berpendapatan kurang dari 5.000 dolar per tahun. Benar bahwa lebih dari 50 persen warga Amerika keturunan Afrika di kawasan-kawasan pinggiran kota tidak memiliki pekerjaan. Tidak semuanya. Jelas bahwa Trump tidak berbicara ke semua orang kulit hitam tapi ada persentasi besar dari kami yang menghadapi kesulitan hidup," tuturnya.

Kandidat presiden dari Partai Republik ini juga berusaha membujuk para pemilih Hispanik. Ia masih bertekad akan membangun tembok sepanjang perbatasan AS dengan Meksiko, namun membatalkan janjinya untuk mendeportasi jutaan imigran ilegal.

Trump menyebut Clinton pembohong dan membantu timbulnya terorisme. Trump juga menuduh Clinton korupsi.

"Akses dan dukungan diperdagangkan untuk mendapat dana. Itu disebut 'pay for play'. Ini berulangkali terjadi. Orang-orang yang memberikan sumbangan untuk Yayasan Clinton, yang memberikan uang ke Bill Clinton, mendapat perlakuan baik dari Departemen Luar Negeri yang dipimpin Hillary Clinton," ujar Trump.

Hillary Clinton sebelumnya berencana untuk berbicara mengenai bagaimana mendongkrak usaha-usaha kecil dalam kampanyenya di Reno Nevada. Namun, pada kenyataannya, ia malah memfokuskan pembicaraannya pada bagaimana perlakuan Trump terhadap kelompok-kelompok minoritas.

"Selama sepekan ini, dengan berpura-pura merangkul warga Amerika keturunan Afrika, Trump bersikap seolah membela mereka di hadapan hadirin yang umumnya kulit putih dan menggambarkan komunitas-komunitas kulit hitam dengan istilah-istilah yang menghina dan sembarangan seperti: kemiskinan yang tidak terelakkan, pendidikan yang buruk, tanpa rumah, tanpa kepemilikan, kejahatan pada tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya. 'Saat ini', kata Trump, 'kalau Anda berada di jalanan Anda bisa ditembak," sindir Clinton.

Clinton menuduh Trump membantu kelompok-kelompok kecil penyebar kebencian dan kelompok radikal mengambil alih Partai Republik.

"Ketidakpedulian Trump terhadap nilai-nilai yang membuat negara kita besar sangat berbahaya," tambahnya.

Kandidat Partai Demokrat ini juga menganggap Trump terlalu tidak perdulian dan terlalu tidak terduga untuk dipercaya memimpin pada saat krisis politik terjadi. [ab/lt]

XS
SM
MD
LG