Tautan-tautan Akses

Bentrokan Trump dengan Tokoh Hak-hak Sipil Picu Boikot Demokrat


Anggota DPR AS dari Partai Demokrat, John Lewis (kanan), dan Senator Cory Booker, bersaksi di Capitol Hill, Washington dalam sidang dengar pendapat untuk pengukuhan jaksa agung yang baru (11/1). (AP/Cliff Owen)
Anggota DPR AS dari Partai Demokrat, John Lewis (kanan), dan Senator Cory Booker, bersaksi di Capitol Hill, Washington dalam sidang dengar pendapat untuk pengukuhan jaksa agung yang baru (11/1). (AP/Cliff Owen)

Sedikitnya 26 anggota Kongres dari Partai Demokrat sudah resmi mengatakan mereka akan memboikot pelantikan Trump.

Pelantikan presiden biasanya adalah peristiwa yang menyatukan pihak-pihak yang bertentangan, namun tahun ini tercatat rekor jumlah anggota Kongres yang secara terbuka berencana mengecam presiden terpilih saat dia dilantik.

Sedikitnya 26 anggota Kongres dari Partai Demokrat sudah resmi mengatakan mereka akan memboikot pelantikan Presiden terpilih Donald Trump Jumat (20/1) mendatang.

Gaya politik Trump yang memecah-belah memasuki tahap baru saat dia menjadi presiden. Sebuah jajak pendapat menunjukkan Trump akan mulai menjabat pada saat 51 persen rakyat Amerika tidak menyukainya, sementara tingkat popularitasnya hanya 40 persen, angka yang lebih rendah dari pendahulu-pendahulunya.

Anggota Kongres dan pejuang hak-hak sipil John Lewis sebelumnya mengatakan, dia tidak menilai Trump sebagai presiden yang sah. Trump membalas Sabtu, dan mengatakan, Lewis seharusnya mengupayakan lebih banyak untuk membantu konstituennya dan tidak mengeluhkan hasil pemilihan umum.

Pakar politik John Hudak mengatakan, pemilihan yang bermuatan konflik ini dan juga pencemaran oleh campur tangan asing, telah menciptakan suasana boikot ini. [jm]

XS
SM
MD
LG