Tautan-tautan Akses

AS

Trump: AS Berhak Pilih Imigran yang Berpotensi Sukses


Kandidat presiden AS dari Partai Republik, Donald Trump, berpidato mengenai kebijakan imigrasi dalam kampanye di Phoenix, Arizona (31/8). (AP/Evan Vucci)

Kandidat presiden AS dari Partai Republik, Donald Trump, berpidato mengenai kebijakan imigrasi dalam kampanye di Phoenix, Arizona (31/8). (AP/Evan Vucci)

Trump berpidato mengenai imigrasi setelah pertemuan “penting dan terang-terangan” dengan Presiden Meksiko.

Kandidat presiden AS dari Partai Republik Donald Trump, Rabu malam (31/8) mengatakan Amerika Serikat berhak memilih imigran yang besar kemungkinannya akan “berhasil dan berkembang” serta mencintai Amerika.

Ia berpidato di Phoenix, negara bagian Arizona, memaparkan kebijakan-kebijakan imigrasinya.

Trump mengatakan, “kita harus jujur mengenai fakta bahwa tidak semua orang ingin tinggal di negara kita bisa berhasil menyesuaikan diri."

Ia juga mengatakan sebagian besar seruan untuk reformasi imigrasi terkait amnesti, perbatasan yang terbuka dan rendahnya upah bagi warga Amerika.

Trump mengatakan di bawah pemerintahannya mereka yang masuk ke Amerika secara ilegal tidak akan bisa menjadi warga negara.

Poin pertama dalam daftar kebijakan Trump adalah penegasan janjinya untuk membangun tembok di perbatasan Amerika-Meksiko dan Meksiko akan membayar biayanya, meskipun pernyataan Presiden Meksiko Piena Nieto berkali-kali mengatakan pemerintahnya tidak akan membayar hal itu.

“Mereka belum mengetahuinya tapi mereka akan membayar biaya tembok itu,” kata Trump.

Trump menggambarkan kebijakan imigrasinya memprioritaskan keamanan dan kemakmuran ekonomi warga Amerika dan mengatakan proposalnya akan menurunkan kejahatan, geng, penyeberangan perbatasan dan penggunaan manfaat kesejahteraan sosial secara ilegal.

“Orang akan tahu tidak bisa menyelundup begitu saja, bersembunyi dan menunggu menjadi sah,” katanya.

Dalam pidato imigrasinya di Arizona, Trump juga mengecam kebijakan-kebijakan imigrasi pemerintahan Obama dan mantan menteri luar negeri Hillary Clinton.

Ia juga mengatakan akan memulangkan imigran gelap dan imigran yang punya sejarah kriminal yang katanya berjumlah sekitar dua juta orang. Ia juga akan memberlakukan sistem biometrik dan pemantauan elektronik bagi para pendatang di Amerika.

Trump meyakinkan pendukungnya di Phoenix bahwa masalah imigran gelap akan menjadi masa lalu Amerika jika ia terpilih sebagai presiden. [my/al]

XS
SM
MD
LG