Tautan-tautan Akses

AS

Trump Akan Umumkan Menlu Pilihannya Selasa


CEO ExxonMobil Rex Tillerson berpidato dalam acara Dewan Perminyakan Nasional di Washington, DC, 2015. (AP/Evan Vucci)

CEO ExxonMobil Rex Tillerson berpidato dalam acara Dewan Perminyakan Nasional di Washington, DC, 2015. (AP/Evan Vucci)

CEO perusahaan minyak yang dianggap favorit Trump untuk posisi menlu menghadapi kecaman dari Partai Republik.

Presiden AS terpilih Donald Trump mengatakan Senin malam (12/12) ia akan mengumumkan pilihannya untuk menjadi menteri luar negeri berikutnya Selasa pagi.

Trump membuat pengumuman di Twitter. Dia tidak memberikan keterangan siapa pilihan itu.

Rex Tillerson, seorang eksekutif perusahaan minyak terkemuka yang akrab dengan Presiden Rusia, dan yang telah melakukan karirnya selama 41 tahun di perusahaan minyak yang sama, dianggap sebagai calon utama untuk memimpin Departemen Luar Negeri dalam pemerintahan Trump.

Pada hari Minggu, presiden terpilih itu menulis di Twitter, "Apakah saya memilih dia atau tidak untuk 'Negara' - Rex Tillerson, ketua & CEO ExxonMobil, adalah tokoh kelas dunia dan baik dalam melakukan tugas."

Trump bisa dipaksa untuk memilih orang lain, seperti mantan Gubernur Massachusetts Mitt Romney, karena dukungan Partai Republik yang diperlukan di Senat untuk Tillerson tampaknya kurang kuat.

Beberapa menafafsirkan pernyataan Trump Minggu lewat akun Twitternya sebagai indikasi presiden terpilih itu menyadari kesulitan yang akan dihadapi Tillerson dalam dengar pendapat mengenai konfirmasi di Senat, dan mereka memperkirakan dia akan memilih orang lain, seperti Romney atau anggota Kongres dari Partai Republik selama 13 masa jabatan, Dana Rohrabacher, yang dikenal karena aktivismenya dalam bidang hak asasi manusia.

Pesaing lainnya adalah Jon Huntsman, yang menjadi Gubernur Negara Bagian Utah dan Duta Besar Amerika untuk China, dan pensiunan Angkatan Darat Jenderal David Petraeus, yang juga bertugas sebentar di badan intelijen negara CIA.

Kabinet Trump sudah penuh dengan pejabat militer, dan Petraeus akan menghadapi tantangan konfirmasi karena keyakinannya dalam kesalahan penanganan informasi rahasia. [sp]

XS
SM
MD
LG