Tautan-tautan Akses

AS

Trump akan Bertemu dengan Pemimpin Intelijen AS


Presiden terpilih Donald Trump menyampaikan sambutan singkat untuk para wartawan di the Mar-a-lago Club, Palm Beach, Florida, 28 Desember 2016 (Foto:dok).

Presiden terpilih Donald Trump menyampaikan sambutan singkat untuk para wartawan di the Mar-a-lago Club, Palm Beach, Florida, 28 Desember 2016 (Foto:dok).

Para pejabat tinggi dinas rahasia Amerika memberi kesaksian di Senat bahwa ada bukti kuat Rusia mengganggu pemilihan presiden November lalu, tetapi mengatakan tidak ada cara untuk mengetahui apakah upaya itu membantu Trump menang, Kamis (5/1).

Presiden terpilih Amerika Serikat Donald Trump, yang telah menepis ide dari komunitas intelijen Amerika Serikat bahwa Rusia meretas proses pemilihan presiden baru-baru ini, akan menerima penjelasan penuh dari para pemimpin komunitas intelijen Jumat.

Dalam sebuah langkah belum pernah terjadi sebelumnya oleh presiden terpilih, Trump sangat mengecam komunitas intelijen, namun pada hari Kamis melunakkan nadanya dengan pesan Twitter yang mengatakan dia adalah "penggemar besar" intelijen Amerika Serikat.

Pada hari Kamis (5/1), para pejabat tinggi dinas rahasia Amerika memberi kesaksian di Senat bahwa ada bukti kuat Rusia mengganggu pemilihan presiden November lalu, tetapi mengatakan tidak ada cara untuk mengetahui apakah upaya itu membantu Trump menang.

Direktur Intelijen Nasional James Clapper mengatakan kepada Komite Angkatan Bersenjata Senat bahwa Rusia melakukan "kampanye multifaset," bukan hanya meretas dan membocorkan email Partai Demokrat, tetapi juga menyebarkan "propaganda klasik, informasi yang salah, berita palsu."

Clapper mengatakan dia tidak tahu pasti apakah pembocoran informasi sensitif itu mempengaruhi pilihan rakyat pada 8 November. Tapi dia mengatakan Rusia tidak mengganggu penghitungan suara atau hasil akhir.

Banyak kalangan Demokrat percaya peretasan Rusia secara khusus ditujukan untuk membantu Trump memenangkan Gedung Putih. Beberapa anggota parlemen dari Partai Republik mengatakan gangguan luar yang menargetkan partai politik Amerika Serikat adalah kejahatan.

Selain Clapper, Kepala Badan Keamanan Nasional Mike Rogers dan pejabat senior Amerika Serikat lainnya Kamis mengatakan tidak mungkin Moskow ikut campur dalam pemilihan itu tanpa persetujuan langsung dari "pejabat paling senior Rusia."

Clapper hanya memberikan bukti konkret sedikit terkait Rusia hari Kamis, dengan alasan pengungkapan kepada publik akan merusak operasi intelijen Amerika Serikat. [as/uh]

XS
SM
MD
LG